JR Pantau Langsung Pencarian Korban Tenggelam di Haranggaol

0
173

HARANGGAOL – Bupati Simalungun JR Saragih bergerak cepat dalam memantau korban tenggelam di perairan Danau Toba, Haranggaol, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Korban yang tenggelam adalah Yudhistira Susanto.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berjenis kelamin laki-laki ini sedang bekerja di keramba di Haranggaol sekira pukul 16.00 WIB, kemarin Senin 22 Januari 2018. Kala itu, pria berusia 17 tahun berusaha menyeberang ke keramba yang letaknya tak jauh dengan cara berenang bersama kawannya.

“Anak saya itu sedang berenang ke keramba yang ada di seberangnya. Dia (Yudhistira Susanto-red) ingin memantau kondisi kerambanya, mungkin karena tidak kuat jadinya dia tenggelam,” ucap Heri Susanto selaku ayah kandung Yudhistira Susanto, Selasa (23/1/2018).

Tim SAR Propinsi Sumatera Utara yang bekerja sejak tadi pagi sekira pukul 07.00 WIB hingga kini belum menemukan hasil. Bahkan, hingga berita ini diturunkan korban masih dilakukan pencarian oleh tim SAR sebanyak 8 orang yang dibagi dalam dua shift yakni pagi dan siang hari.

Guna memudahkan pencarian korban, maka pihak kepolisian berkoordinasi dengan Polsek Purba, Polsek Saribudolok serta Polsek Dolok Silau.

“Dilihat dari kedalaman airnya sedalam 50 meter, guna percepatan pencarian maka pihak kepolisian menurunkan tiga wilayah. Apalagi jika dilihat dari derasnya air maka sekira pukul 16.00 WIB maka pencarian korban dihentikan,” beber Kapolsek Saribudolok AKP M. Siburian SH.

Bupati Simalungun JR Saragih yang datang ke lokasi pun langsung menaiki kapal menuju keramba. Di sini, bersama jajaran kepolisian dirinya pun memantau pencarian korban.

Masyarakat Haranggaol yang ada di lokasi keramba ini pun langsung menyalami orang nomor satu di Kabupaten Simalungun tersebut.

“Pencariannya harus hati-hati dan maksimal, korban harus ditemukan,” tegas Bupati Simalungun JR Saragih.

Meski korban belum ditemukan, namun dirinya meminta agar tim SAR harus bekerja semaksimal mungkin untuk mendapatkan titik cerah korban tenggelam.

“Jika dilihat dari matahari, maka pencarian korban dihentikan dan besok akan dicari kembali. Bila belum ditemukan, maka cara lain menggunakan alat jaring tradisional masyarakat maka otomatis keramba milik masyarakat harus digeser,” lanjutnya.

Di sisi lain, Ketua Tim SAR Rocky Y. manik mengatakan jika dilihat dari lokasi tenggelamnya korban maka waktu pencarian bisa memakan waktu hingga tiga hari.

“Jika dilihat dari derasnya arus bawah, ditambah banyaknya jangkar serta tali yang menahan keramba membuat kami sulit untuk mencarinya. Tetapi, proses pencarian kita maksimalkan,” tukasnya. (D7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.