JR Saragih: Gereja Harus Ambil Bagian Dalam Budaya

0
193
JR Saragih: Gereja Harus Ambil Bagian Dalam Budaya

SIMANTAB.COM, Pematangsiantar – JR Saragih, dalam acara Ibadah Syukuran dan Rapat Pimpinan Nasional Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) hari ini Rabu (18/01/2017), berpesan kepada para pimpinan tertinggi Gereja GPDI di seluruh Sumatera Utara untuk pandai-pandai dan bersikap dewasa dalam menyerap setiap konten yang ada di jejaring Sosial Media (Sosmed) terlebih konten kerukunan Agama dan masalah sosial.

Sebab, pengaruh Sosmed dalam membentuk opini sangat besar. Apa yang dilihat dan dibacanya seolah nyata dan mewakili realitas sosial. “Saat ini, kondisi kerukunan umat beragama bagai tercabik-cabik disetiap daerah. Padahal, tidak semua daerah di Indonesia seperti itu. Contohnya Kabupaten Simalungun mampu hidup bersandingan dalam keragaman agama, suku, dan adat secara damai,” urai JR Saragih.

JR Saragih pun menegaskan, bahwasannya Sosmed ini pun mampu membentuk dan menggiring opini negatif oleh sekelompok orang atas sesuatu yang tidak disenangi. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk menebar kebencian. “Sosmed ini pun secara perlahan mampu mengikis nilai budaya yang selama ini menjadi karakteristik bangsa dan identitas daerah,” tambahnya.

Untuk itu, diharapkan setiap pimpinan tertinggi Gereja mampu menyampaikan suatu pemahaman berdasarkan kebenaran. Sebab, memberikan pemahaman ini sangat penting bagi masyarakat maupun para jemaat Gereja.

Terlebih lagi, pemahaman tentang Agama dan kondisi sosial yang sedang terjadi. “Selain itu, diharapkan juga Gereja pun mampu meningkatkan kecerdasan, membimbing rohani, dan memberikan pelayanan bagi masyarakat,” harap JR Saragih.

Dalam kesempatan tersebut, JR Saragih pun menegaskan agar Gereja beserta pemerintah daerah bekerjasama dalam hal pembangunan dan pemberian pelayanan. Dan, Gereja pun kembali diharapkan dapat menyuarakan atau menyampaikan suatu kebijakan pemerintah kepada para jemaatnya.

Guna menunjang dalam memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat, JR Saragih, atas nama Pemerintah Kabupaten Simalungun, mendonasikan dana sebesar Rp200 juta. “Donasi ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi ke masyarakat dalam membantu pemerintah memberikan layanan,” tandas Bupati Simalungun.

JR Saragih: Gereja Harus Ambil Bagian Dalam Budaya

Sementara itu, Pendeta DR. SM. Tampubolon, Ketua Pucuk Pimpinan GPDI, menyatakan, sangat mengapresiasi atas ajakan kerjasama, pemikiran, dan masukan dari JR Saragih baik secara personal maupun sebagai kepala pimpinan daerah Kabupaten Simalungun kepada GPDI.

Ditegaskannya, saat ini GPDI di seluruh Sumatera sudah ada 500 Gereja. Dan masing-masing Gereja GPDI akan siap bermitra dengan pemerintah daerah. Dan tak hanya itu, seluruh Gereja GPDI pun siap membantu dan mendukung program kerja Pemerintah Kabupaten Simalungun.

“Mewakili GPDI, saya mendoakan keluarga JR Saragih dan perangkat kerja pemerintahannya agar selalu diberikan kesehatan, sehingga terus dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan lebih luas lagi dalam beberapa tahun kedepan,” tutup Pendeta Tampubolon. (Die)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.