JR Saragih : Memimpin Jadi Pelayan Bukan Jadi Pejabat

0
499

SIMANTAB.COM, Simalungun  – Bupati Simalungun, JR Saragih, saat meninjau pelaksanaan pelayanan pemerintah kepada masyarakat di Nagori Bosar Galugur, Kecamatan Tanah Jawa,  Kabupaten Simalungun, Jumat (10/02/2017), sekira pukul 10. 15 WIB,  dihadapan ratusan masyarakat mengatakan bahwa seorang pemimpin itu adalah pelayan dan bukan jadi pejabat.

“Saya lihat ada kehadiran Mahasiswa Nomensen di sini.  Kami pemerintah memiliki tugas, tugas sebagai pemerintah adalah untuk melayani masyarakat.  Bahasa melayanani ini banyak masyarakat yang salah tafsir.  Tugas pemerintah bukan hanya perbaiki jalan.  Tetapi memberikan pelayanan kepada masyarat seperti akta kependudukan, kesehatan ataupun pendidikan dan yang lainnya,” terangnya.

“Salah satu contohnya adalah pencatatan sipil,  seperti akte kelahiran, KTP dan KK.  Akta kependudukan seperti ini sangat penting bagi masyarakat. Baik digunakan untuk mendapat bantuan dari pemerintah maupun swasta,” ungkap orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Simalungun.

Lalu, peran dari Disperindag di lokasi ini adalah memberikan pasar murah. Ada kontrol harga yang diberikan.

Untuk jembatan, nanti akan ditinjau oleh Danramil dan untuk selanjutnya akan dikerjakan oleh Kodim 0207/SML. Pengerjaan melalui Karya Bakti. Ini dapat dikerjakan langsung.

“Lebih penting memperbaiki jembatan dari pada jalan yang masih dapat dilalui. Banyak orang yang bilang kalau JR itu singkatan Jalan Rusak.  Tapi,  saya tidak bisa marah. Faktanya jalan tetap kami perbaiki, namun dikarenakan parit yang tidak ada maka air naik dan jalan menjadi rusak. Pada pangulu juga giatkanlah gotong royong, dana ADD juga bisa digunakan untuk mengumpul masyarakat agar bergotong royong,” terangnya.

Pembangunan bukan hanya infrastruktur, tapi ada juga pembinaan mental. Bidan desa, jangan biarkan masyarakatnya sakit. Pada masyarakat percayalah kepada Pusat Pelayanan Masyarakat (Puskesmas) masyarakat dapat mengurus BPJS.

“Semua fasilitas yang diberi pemerintah manfaatkanlah. Mudah-mudahan ini dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Simalungun harus bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah yang lain,  dan menjadi contoh di Sumatera Utara.

Sebelumnya, tokoh masyarakat, Biner Purba, semua warga nagori semangat untuk mendukung JR Saragih,  mendukung untuk Sumut satu.

“Antara dusun satu dan dua, jembatan penghubung tidak ada. Tahun 2010 dibangun melalui PNPM.  Namun terkatung katung.  Panjangnya 6 M.  Kena bencana banjir habis,” kata Purba. (Die)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.