Kalapas ‘Gulung’ Sindikat Narkoba di Lapas, 3 Jadi Tersangka

0
446

Simalungun – Walau berstatus tahanan jaksa,Naldo Sinaga (28) , Warga Simarimbun Dolok, kelurahan Simarimbun,kecamatan Siantar Marimbun,kota Pematangsiantar ini tetap menjalankan bisnisnya sebagai pengedar narkotika jenis sabu di dalam Lapas Kelas IIA Pematangsiantar.

Perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh Naldo Sinaga diketahui berawal dari penemuan narkotika jenis sabu dikamar II Enggang Blok Enggang Lapas Kelas IIA Pematangsiantar , jalan Asahan KM VII, kecamatan Siantar , kabupaten Simalungun pada Kamis, 15 Februari 2018, pukul 19.00 wib.

Penemuan barang bukti sabu sebanyak 22 ( dua puluh dua ) bungkus plastik klip kecil, 6 buah plastik klip kosong , 1 buah kaca pirex , 1 buah pipet panjang , 3 buah bong ( alat hisap sabu ) , 1 buah botol plastik berisi mancis dan 5 unit hp bermula dari diadakannya razia mendadak di Lapas Kelas IIA Pematangsiantar yang dipimpin langsung KPLP Sahat Bangun atas saran Ka Lapas Kelas II A Pematangsian, Menanti Sukardi Sianturi.

Ketika barang bukti ditemukan,tak satupun dari 32 (tiga puluh dua) orang penghuni kamar II Enggang Blok Enggang mengaku barang haram tersebut miliknya.

Ka Lapas Kelas IIA Pematangsiantar, Menanti Sukardi Sianturi pun menghubungi Kasat narkoba polres Simalungun guna mencari tahu siapa pemilik sabu tersebut.

Mendapat informasi adanya penemuan barang bukti sabu di lapas Kelas IIA Pematangsiantar, Personil Sat Narkoba Polres Simalungun pun berangkat ke Lembaga Pemasyarakatan ( lapas ) Kelas IIA untuk melakukan penyelidikan dan menyita barang bukti serta memboyong ke 32 orang warga binaan yang terdiri dari 11 orang narapidana dan 21 orang tahanan ke Mako sat narkoba polres Simalungun dimana sebelumnya sudah dilakukan kesepakatan antara pihak lapas dan sat narkoba Polres Simalungun guna penyelidikan lebih lanjut.

Setelah dilakukan diinterogasi terhadap ke 32 orang warga binaan yang dipimpin langsung Kasat Narkoba Polres Simalungun AKP Manaek Sahala Ritonga,SH , sebahagian besar warga binaan mengakui dengan jujur bahwa barang bukti sabu tersebut milik Naldo Sinaga .

Naldo Sinaga tak bisa mengelak dan mengakui barang haram tersebut adalah miliknya yang diperoleh dari kota Medan namun Naldo mengaku tidak mengetahui siapa namanya , Naldo hanya dapat memberitahu bahwa yang mengantar sabu tersebut kepadanya adalah HS , dengan modus bertamu.

Dalam menjalankan bisnis haramnya di Lapas,Naldo mengaku di bantu oleh dua orang tahanan lain yang bernama Rudy Syahputra (28) warga Huta Perlanaan, Nagori Titi Gantung, kecamatan Bandar , kabupaten Simalungun dan Rahmad Efendi (21), warga desa Gedangan,kecamatan Pulo Bandring,kabupaten Asahan.

Rudy berperan sebagai penyedia atau pemasok sabu yang dipesan oleh Naldo dan Rahmat berperan sebagai pengutip dan penyimpan uang hasil penjualan sabu sedangkan Naldo sebagai pemodal dan bandar narkoba di Lapas.

Sampai saat ini personil sat narkoba polres Simalungun masih terus melakukan pengembangan, penyelidikan serta interogasi terhadap ketiga tersangka guna mengungkap jaringan pengedar narkoba yang kerap terjadi di Lapas kelas IIA Pematangsiantar. (D7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.