Kebaruan Politik ala PD Sumut dan Komitmen Danau Toba

0
317

Oleh : Ramadhan Pohan

Kepengurusan baru DPD Partai Demokrat Provinsi Sumatera Utara berlangsung Jumat 28 April 2017.    Prosesi pelantikan dimulai pukul 10.00 WIB efektif berjalan dua jam di panggung terbuka di Pantai Bebas, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung Sekjen DPP PD DR Hinca Panjaitan XIII, dihadiri Wakil Ketua Umum PD Djoko Udjianto, Bendahara Umum Indrawati Sukadis dan Wakil Sekjen Andi Timo Pangerang dan Ramadhan Pohan.

Dalam perjalanan penulis mengikuti pelantikan kepengurusan PD, prosesi kali ini termasuk paling indah. Bayangkan ini. Para undangan dan massa yang hadir menghadap ke panggung yang persis membelakangi Danau Toba. Menoleh ke kanan, mereka langsung menatap Danau Toba indah, dengan udara cerah dan langit biru melengkapi keindahan panorama mengiringi pelantikan.

Pelantikan kepengurusan DPD PD Sumut Periode 2016-2021 diawali laporan Wakil Sekjen Andi Timo Pangerang kepada Sekjen Hinca, disusul pembacaan nama-nama pengurus dimulai Ketua DR JR Saragih, Sekretaris Meilizar Latif MM, Bendahara Alpin Hartanto, SE dan ratusan nama pengurus lengkap.

Setelah nama-nama dibacakan Andi Timo, selanjutnya  Sekjen Hinca melakukan pelantikan. Semua mata menuju ke depan, di mana sebelumnya Hinca duduk bersama ratusan undangan. Yang dicari tak tampak.  Hanya suaranya yang terdengar.

Tak ada yang menyangka Sekjen Hinca ternyata sudah bergeser dari duduknya semula. Dari kejauhan terdengar suaranya menggelegar, namun tetap belum tampak sumber suara berasal. Ternyata Sekjen Dr. Hinca IP Pandjaitan XIII berada di atas Kapal KM Saur Tua di tepian Danau Toba.

Politisi yang juga tokoh pers nasional dan tokoh sepakbola nasional ini kemudian turun ke darat dengan iringan bersemangat Mars Partai Demokrat.  Di belakangnya tampak mengiringi Ketua Fraksi PD Kota Medan Heri Zulkarnain Hutajulu dan kader bersemangat tinggi Syahrizal Fahmi memegang bendera besar PD yg kemudian diarak Sekjen Hinca.

Sekjen berjalan tegap, mata menatap lurus kedepan, bendera berkibar heroik di tangan Sekjen. Epik sekali. Ini merepresentasikan keseriusan partai besar nasional, tangguh, bergelora menggerakkan mesin partai. Sekira lebih 15 ribu jiwa yang hadir terbetot perhatiannya dengan prosesi pelantikan yang sungguh tak biasa.

Warga Sumut khususnya atau Indonesia galibnya menyaksikan pelantikan pengurus partai di gedung tertutup, sejuk ber-AC, wangi dengan pengamanan ketat yang berjarak dengan rakyat. Kali ini Demokrat menampilkan kebaruan prosesi pelantikan pengurus parpol di Sumut.

Berlangsung hikmat, serius, dinamis, hidup, segar dan membaur dengan rakyat. Ini sesuai dengan jatidiri parpol sesungguhnya, bukan lagi berjarak dan berelasi kaku dengan rakyat yang ibarat darah-dagingnya sendiri.

Betul juga. Lebih-lebih setelah kemudian Hinca tak serta-merta melantik DR JR Saragih dan para pengurusnya. Sekjen PD ini tertegun diam sejenak. Matanya menatap lekat ke massa yang juga berpanas-panas di seantero dan sudut penjuru panggung. Hinca mengatakan mereka yang dilantik adalah pengurus parpol yang sejatinya berasal dari rakyat dan karenanya dimaksudkan berbakti untuk rakyat pula.

“Karena itu saya akan bertanya pada semua yang hadir menyaksikan prosesi ini. Jika satu orang saja mengatakan ‘tidak setuju’ maka saya pun tak akan melantik. Setujukah Saudara-saudaraku semua mereka dilantik?”tanya Hinca dengan suara keras seolah menembus langit biru.

Serempak massa yang hadir menjawab “Setuju!” Ada rona wajah sumringah, intonasi nada gembira dan heroik dari respon yang ditanya. Rakyat betul-betul sebagai subyek politik di sini. Di mana satu suara saja menentukan pelantikan terlaksana atau tidak.

Apakah Sekjen tengah berkelakar, basa-basi? Tidak! Buktinya usai JR Saragih dan kepengurusannya menyatakan kesiapan menjalankan  janji politik untuk senantiasa hadir memberi solusi  buat rakyat, massa kembali ditanya Hinca. Berulang-ulang.

Beberapa kali pula, mau tidak mau, JR yang juga Bupati dua periode Simalungun ini dan ratusan pengurus baru  DPD berulang-ulang, dengan intonasi sekerasnya menegaskan kesiapan mereka itu. Semua barulah berhenti ketika massa menyatakan sudah cukup.

Sungguh suatu prosesi pelantikan yang serba tidak biasa.  Cair sekali. Segar. Tidak bertele-tele. Langsung menghunjam ke sanubari rakyat. Mereka yang hadir dan mayoritas warga biasa tersanjung, posisinya ditempatkan terhormat. Rakyat bukan lagi sekadar basa-basi asesori, pelengkap dan non-aktor di panggung besar politik.

Penulis menangkap ketakjuban 15 ribu massa yang hadir termasuk tokoh Islam Kabupaten Simalungun, Syekh Muda H Ahmad Syakban Arrahmani Rajaguguk, Wakil Bupati Simalungun Amran Sinaga, Wakil Ketua DPRD Medan Burhanuddin Sitepu, para anggota DPRD kota, kabupaten, provinsi PD, kalangan pengurus PAC PD Se-Sumut bersama seratusan undangan. Tak ada yang bergeming dari tempatnya.

Massa pun bersetia ikuti prosesi yang benar-benar melibatkan partisipasi aktif mereka. Ada yang duduk di pelataran tanah hingga tepi jalan. Seolah tak ada ruang kosong tersisa dari duduk massa.

Prosesi pelantikan di tepi Danau Toba ini jadinya benar-benar menarik. Ritual politik yang dinamis. Ada aspek komitmen politik.  DR JR Saragih menjanjikan konsolidasi cepat, bersatu padunya semua kader Sumut tanpa sekat politik apapun. Tak dikenal lagi kamus berseberangan politik internal, kata JR, sebaliknya  yang ada hanya kebersamaan politik.

“Hanya dengan ikatan solid, target PD memenangkan setiap kontestasi politik pilkada, pemilihan legislatif dan Pilpres, tercapai. Demokrat Jaya!”teriak JR, dari podium.

Begitu juga perintah politik pertama Sekjen kepada pengurus dan kader PD Sumut.

“Kepada pengurus DPD Demokrat Sumut, agar tetap memperjuangkan Kaldera Danau Toba sebagai kawasan strategis nasional”kata Hinca, dari atas panggung, diliput Live teve Sumut EFARINA TV

Geopark Nasional Kaldera Danau Toba kali pertamanya diresmikan Presiden Ke-6 RI SBY bersamaan peresmian Bandara Kualanamu 2013. Target SBY yang kini Ketum PD supaya danau hasil letusan Pulau Toba ini menjadi Geopark Global Network Unesco.

Sekjen Hinca sendiri memiliki hubungan emosional khusus dengan Danau Toba, danau setua 75 ribu tahun. Hampir tiap bulan dirinya menyempatkan mengunjungi danau vulkanik ini.  Sekjen Hinca juga mengembangkan kebudayaan Batak lewat Komunitas Rumah Hela di Samosir. Penguatan kebudayaan Batak juga dilakukannya melalui Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak.

Prosesi pelantikan diakhiri instruksi Sekjen Hinca agar semua pengurus baru dan kader PD memungut sampah dan membuangnya ke tempat yang ditentukan. Demi keindahan Danau Toba, danau indah seluas 1145 km, membentang di sepanjang 7 kabupaten di Sumut. Bayangkan, betapa luasnya. Danau Toba terbesar di Asia dan kedua terbesar di dunia setelah Danau Victoria di Afrika.

*Ramadhan Pohan, wartawan, Mantan Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Wakil Sekjen DPP PD; tengah mengambil program doktor Ilmu Komunikasi Unpad.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.