Kenaikan Isa Almasih Pererat Kerukunan Umat Beragama di Gunungsitoli

0
247

SIMANTANB.COM, Gunungsitoli – Kenaikan Isa Almasih (Mikraj Isa Almasih) adalah nama hari raya umat Kristen untuk memperingati kenaikan Yesus ke sorga. Kamis 25/05/2017.

Pada Hari Raya Kenaikan Isa Almasih, umat Kristiani diajak untuk mengenangkan Tuhan Yesus yang naik ke surga. Di sebuah bukit di Galilea para murid Yesus menyaksikan bagaimana Yesus Sang Guru terangkat ke surga.

Dalam memaknai dan memahami Kenaikan Isa Almasih ini lius zega ketua GMKI Gunungsitoli mengatakan,” Kebangkitan adalah fakta penting, karena kebangkitan menggenapkan keselamatan kita. Yesus datang untuk menyelamatkan kita dari dosa dan sebagai akibatnya menyelamatkan kita dari kematian”,
Tutur lius

Lius juga menambahkan, Organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Gunungsitoli sebagai anak kandung Gereja memaknai hari kebangkitan ini bagian dari tindakan rohani dalam menciptakan kedamaian di Negara Pancasila ini sesuai tema GMKI berdamailah dengan semua ciptaan.

“Kebangkitan Kristus bukan hanya sebagai seremonial saja, tetapi memberi dampak positif untuk bangsa dan negara ini. Oleh karena itu, lius zega ketua GMKI Gunungsitoli berharap,” peranan Gereja untuk bisa menanamkan nilai-nilai Proklamasi Kemerdekaan Kristus (telah menyelamatkan umat yg percaya) dan Proklamasi Indonesia bagi warganya sendiri dan serta saling menghargai nilai-nilai kerukunan antar umat beragama.
Selain daripada itu, GMKI Gunungsitoli mengajak seluruh elemen masyarakat agar saling menanamkan nila2 persaudaraan antar Umat beragama, terima kasih”, pungkas lius zega mengakhiri.

Diwaktu yang berbeda, Amal agus zega Mantan ketua GMKI Gunungsitoli Demisioner mengatakan,” Dengan peringatan Kenaikan Tuhan Jesus Kristus kita mendapatkan peneguhan janji Tuhan akan dunia ini, papar agus.

Namun Harapan kita bahwa semua pihak dapat memahami seluruh fungsi dan pelayanannya terhadap umat, kata agus

Disela waktu yaman zega Presiden Mahasiswa STIE PEMNAS NIAS Mengatakan,” Karenanya, kenaikan-Nya ke surga sebagaimana kita imani dan kita rayakan hari ini bukanlah suatu bentuk keterpisahaan antara kita dengan Yesus melainkan Dia tetap menyertai kita namun dalam bentuk lain – Roh Kudus. Kita senantiasa dibungkus-Nya dengan dan dalam cinta penuh kasih. Dengan demikian Yesus mau memperlihatkan bahwa dengan tetap tinggal di dalam kasih, kita berada di dalam Allah, dan Allah berada di dalam kita. Inilah yang membuat kita mampu tampil otentik dan berintegritas tinggi sebagai murid dan pewarta Injil. Mampukah kita mempertahankan kemampuan yang otentik itu? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing, kata yaman.

Dalam kenaikkan Isa Almasih bagi umat kristen candra Arbi Bugis salah satu masyarakat Gunungsitoli yg beragama muslim mengatakan, “Sebelumnya saya mengucapkan selamat hari Isa Almasih bagi saudara-saudari ku umat kristiani di Gunungsitoli, semoga dalam kenaikan isa almasih ini memberikan kekuatan iman dalam setiap kehidupan kita,”
tutur Candra.

Ia menambahkan ,”kita di Gunungsitoli ini kuhsunya dan umumnya pulau nias tetap saling menghargai hari2 besar keagamaan di kota ini, dan tidak terkontaminasi dengan kejadian-kejadian yg terjadi diluar pulau nias ini karena kami adalah “Talifuse” dalam bahasa nias artinya saudara”, jelas Candra  bugis sambil mengakhirinya.
(Edu).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.