Kesampingkan Ego Untuk Danau Toba

0
143

 

 

SIMANTAB.COM, Sumut – Untuk membangun Kawasan Strategis Nasional (KSN)  Danau Toba,  harus dapat mengkesampingkan segala ego dan saling bekerja sama, saling merangkul di kesemua pihak. Danau Toba adalah milik bersama,  milik rakyat yang penuh keragaman etnis ataupun suku di dalamnya.  Kesampingkan kecemburuan ataupun yang lainnya,  karena tujuannya adalah untuk satu membangun, memajukan serta mensejahtrakan seluruh kawasan tersebut.

” Danau Toba memang dikatakan milik suku Batak dengan keragaman etnis yang didalamnya. Tetapi disana juga ada suku suku lain (pendatang) didalamnya. Sumatera Utara memiliki beragam suku ditambah dengan suku pendatang seperti Jawa,  Minang, atau yang lainnya. Maka kalau untuk membangunnya harus dapat meranggkul keragaman yang ada dengan mengkesampingkan ego, dan dapat  bergotong royong memberikan perbaikan perbaikan pembangunan,” hal ini dikatakan oleh H Ardiansyah Saragih,  ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP)  Generasi Muda Islam Simalungun (Gemais) melalui  seluler,  Senin ( 10/06/2017) sekira pukul 12.00 WIB.

Kemudian dirinya juga mengatakan,  bahwa pentingnya merangkul  atau pemersatuan secara keseluruhan dapat lebih membesarkan percepatan pembangunan terhadap kawasan tersebut dengan sama sama membangunnya.  Apalagi kita bukanlah premordial (perasaan kesukuan yang berlebihan)  oleh karena itu, keseluruhan kawasa yang ada di sekitaran daerah tersebut untuk dapat dilibatkan dalam semua hal pembangunan supaya semacam ada keterikatan untuk menjaga, membangun, dan melestarikan kawasan tersebut.

” Secara keseluruhan harus diperhatikan. Gak mungkin hanya dari luar saja,  tetapi juga harus dari dalam juga.  Tidak baik menciptakan perbedaaan,  tapi ciptakanlah kebersamaan untuk dapat membangun, melindungi,  dan melestarikan keseluruhan kawasan Danau Toba, ” ujar dirinya yang juga Sekertaris Jendral (Sekjen)  Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Simalungung  (FKMPS), serta mantan unsur ketua DPD KNPI Sumatera Utara tersebut.

Masih kata dirinya,  bahwa pondasi awal dimulai dari kesadaran seluruh pihak untuk dapat bahu membahu, saling bergandengan tangan, bekerja sama seluruh lapisan masyarakat dan seluruh element baik itu Pemerintah Daerah atau yang lainnya, guna menjaga, melindungi,  menyayangi sepenuh hati kawasan.
” Saling mengingatkan demi terciptanya kebaikan dan peningkatan di kawasan Danau Toba sangat diperlukan.  Kesampingkan semua ego. Pembangunan itu hancur karena tidak merata dan terjadinya monopoli. Hancur itu namanya cerita kalau sudah dasarnya berniat memonopoli dan menampilkan ego. Perlu kebersamaan, namanya bekerjasama dengan bersama sama maka akan menikmati pembangunan bersama sama pula,  pembangunan berjalan.  Semua tergantung pada niat.  Kalau niat membangun,  mari bersama sama,” pungkasnya. (DIE)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.