Kisah Orang Tua Korban Pencabulan di Paluta, Kasus Hampir Setahun Tersangka Masih Berkeliaran

0
954

SIMANTAB. COM, Paluta-Sarni Hasibuan (44) tak tahu lagi harus mengadu kemana,pasalnya tersangka inisial DKS (21) pelaku pencabulan terhadap putrinya hingga kini masih berkeliaran bebas di kampungnya di desa aek suhat,kecamatan Padang bolak,Kabupaten Padang lawas utara (Paluta).

Ibu 3 anak  itu tampak kecewa dan sedih karena salah satu putrinya inisial RH yang masih berumur 14 tahun kala itu telah menjadi korban pencabulan yang di duga dilakukan seorang pemuda yang masih terbilang kerabat dan tetangganya.

“Sudah hampir setahun kami adukan kejadian ini ke Polisi (Polres Tapsel) nyatanya hingga kini pelaku masih bebas berkeliaran di kampung kami,ga tahu kemana lagi kami meminta keadilan”ungkapnya dengan  pasrah kepada wartawan Senin(15/10/2018).

Senada,Paman korban Mulatua Parlindungan Siregar alias Aseng yang juga turut serta memperjuangkan tindak lanjut proses hukum keponakannya tersebut menceritakan,peristiwa kelam yang hampir merenggut kesucian keponakannya tersebut terjadi pada tahun lalu saat Korban  menumpang tidur  di rumah pamannya yang tidak jauh dari rumah korban.pada saat  tidur dikamar rumah pamannya tersebut korban  juga ditemani kedua putri pamannya yang masih duduk dibangku SD dan SMP.

“Kejadiannya hari senin  tanggal 18 desember 2017 pagi dini hari sekitar pukul 03.30 WIB,berdasarkan cerita keponakan saya Pelaku masuk ke kamar saat ponakan saya tidur nyenyak bersama dua sepupunya (putri tulangnya/pemilik rumah).pelaku pencabulan dan percoban pemerkosaa  tersebut masuk kekamar dengan cara mencongkel jendela.kemudian melakukan aksi bejatnya dengan menggunting celana ponakan saya.”ungkapnya.

Kemudian kata Aseng,Korban RH yang saat itu tidur dalam posisi tidur telungkup akhirnya terbangun,karena korban RH merasakan ada sesuatu yang menimpa tubuhnnya dan juga merasa ada benda tumpul di alat “X” nya.

“Disitulah ponakan saya sadar dan membalikkan badannya serta melihat jelas wajah si pelaku tersangka DKS.kemudian ponakan saya menjerit minta tolong namun kata ponakan saya pelaku juga sempat mengancamnya dengan sebilah pisau sebelum nerhasil kabur.selain itu cairan sperma pelaku juga tampak berserakan di celana ponakan saya  dan sekujur lantai”ungkap aseng.

Lanjutnya,Mendengar teriakan RH Tulangnya pemilik rumah tersebut terbangun dan kemudian melakukan pengejaran terhadap tersangka DKS,akan tetapi tersangka DKS telah masuk kedalam rumahnya yang berjarak tiga rumah dari TKP.

“Saat di interogasi warga tersangka DKS tidak mengaku,bahkan kedua orng tua tersangka  DKS sempat melakukan pengancaman terhadap ponakan saya(korban/red).karena ponakan saya dan ibunya  diintimidasi pihak keluarga tersangka DKS,makanya mereka saya ungsikan dari desanya ke rumah saya (di kota Gunung tua/red) hingga sekarang”Terang Aseng.

Aseng juga mengaku kejadian tersebut telah di laporkan ke Polres Tapsel di kota Padang sidempuan dengan nomor laporan pengaduan NOMOR :/409/XII/2017 TAPSEL/SUMUT.

“Namun herannya hingga sekarang DKS yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polres Tapsel masih berkeliaran di desa Aek suhat”ungkapnya.

Sebelumnya pada tanggal 13 september 2018 Reporter sudah pernah menanyakan perkembangan tindak lajut laporan pengaduan kasus tersebut ke bagian Unit PPA Polres Tapsel.

Kanit PPA Polres Tapsel IPTU Margowati S,S.ik dalam keterangannya saat itu mengatakan Berkas Perkara Kasus tersebut telah di limpahkan pihaknya ke Kejari Paluta dan juga mengaku Kejari Paluta belum ada mengembalikan berkas untuk selanjutnya dilengkapi pihaknya ataupun pihknya menerima Pemberitahuan penetapan P21 berkas perkaranya. (febri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.