Labuhanbatu Dihebohkan Dengan Tertangkapnya Pelaku Pemerkosa Anak Dibawah Umur, Ini Pelakunya

0
2426

Labuhanbatu – Warga kecamatan Panai Hilir, Labuhanbatu, dihebohkan tertangkapnya yang diduga pelaku pemerkosaan dan pencabulan anak dibawah umur, korban adalah kakak beradik warga dusun III desa Sei Baru kecamatan Panai hilir, Labuhanbatu, Sumut. Pelaku diamankan personil Polsek Panai Hilir pada (24/2/2018) sekira pukul 17 : 30 Wib.

Pelaku kejahatan pencabulan terhadap anak dibawah umur itu dilakukan oleh ER (44), lebih parahnya pelaku adalah orang yang tinggal tidak jauh dari kediaman korbanya.

Aksi bejat ER pelaku cabul itu tidak hanya sekali namun berulang-ulang kali hingga sembilan kali dilakukannya.

Awalnya, pelaku menjalankan aksinya mencabuli anak belia itu ketika orang tua korban pergi berkerja sebagai petani. Melihat orang tua korban pergi berkerja keluar dari Rumah, pelakupun memanggil korban bunga yang berusia (11) tahun. Saat itu pelaku menyuruh Bunga memijat badannya dengan iming-iming dikasi uang jajan.

Disaat itulah ER melakukan aksi bejatnya dengan mencabuli Bunga. Ironisnya kejahatan ini terulang sampai sembilan kali dilakukan oleh ER. Sementara kakak korban YL (13) tahun hampir saja menjadi korban cabul ER namun sempat selamat dari aksi bejat pelaku yang ingin menggaulinya.

Saat orang tua korban mengetahui anaknya diperkosa oleh tetangganya sendiri, langsung melaporkan peristiwa yang menyayat hati orang tua itu kepolsek panai hilir.

Dengan gerak cepat Kapolsek AKP Abdul rahman siregar melalui kanit reskrimnya IPDA R.E Pasaribu langsung menuju kediaman pelaku dan meringkus ER yang sedang berada dirumahnya didusun III Desa sei baru, kecamatan Panai hilir.

Kapolsek Panai Hilir AKP Abdul Rahman melalui kanit Reskrim IPDA RE Pasaribu kepada Simantab.com (24/2/2018) membenarkan dan menerangkan kejadian pelaku kejahatan terhadap anak-anak tersebut.

“Kini tersangka masih dalam proses penyidikan jikalau nanti terbukti, tersangka telah melakukan perbuatan keji dan biadap itu maka pelaku dijerat pasal berlapis UU Perlindungan Anak No 23 Tahun 2002 pasal 81 tentang perbuatan melakukan kekerasan dalam pemaksaan melakukan persetubuhan terhadap anak dengan ancaman pidana penjara maksimal 13 tahun dan denda maksimal Rp 300 juta” sebutnya.

“Sementara pidana pada pasal 289 KUHP tentang percobaan perkosaan dengan ancaman 5 tahun penjara. Saat ini pelaku sudah kita amankan dan telah kita titipkan di lapas labuhanbilik” pungkasnya. (Dedi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.