LSM Gempar Kecewa Polres Tap-Sel Tidak Menahan Tersangka AKH Kasus Cabul Anak

0
193

Paluta – Terkait pelimpahan berkas perkara (P 18) oleh Pihak Polres Tapanuli Selatan (Tap-sel) yakni Kasus pelecehan seksual anak sesama jenis ke Kejakasan Negeri Paluta yang  menetapkan oknum berstatus PNS di Lingkungan Pemkab Padang lawas utara (Paluta) inisial AKH sebagai Tersangka menjadi topik perbincangan hangat dari berbagai kalangan di Tanah air.

Salah satunya datang dari Ketua DPP LSM Gempar Sumatera utara Aman Sudirman Harahap,saat melakukan wawancara Sabtu (15/9/2018) malam di Kota Gunung-tua,Kabupaten Paluta  terkait tanggapannya tentang dua poin pada berkas perkara (P18) yang diserahkan pihak Polres Tapanuli selatan(Tap-Sel)ke Kejaksaan Negeri Paluta.

Menurutnya dua poin pada berkas perkara (P 18) yakni poin surat permohonan untuk tidak dilakukan penahanan  terhadap tersangka AKH (34) oleh pemohon atas nama suleman Harahap,S.H dan poin surat jaminan terhadap tersangka AKH(34) atas nama penjamin H.Saidi Harahap  menjadi dasar Polres Tap-Sel  tidak melakukan penahanan terhadap tersangka  AKH (34) (Kasus Pelecehan seksual anak sesama jenis )selama proses penyelidikan dan melengakapi berkas perkara (P18) di Unit PPA pada Sat Reskrim.

“Kita sangat kecewa saat mengetahui pihak kepolisian (Polres Tap-Sel) tidak melakukan penahanan terhadap tersangka pelaku cabul terhadap anak dibawah umur itu. Banyak penanganan kasus yang kita ikuti perkembangan penanganannya apalagi di daerah kita ini belum pernah ada kasus PPA yang tidak ditahan kalaupun ada penjaminnya”ungkap ketua DPP LSM Gempar Sumut Aman Sudirman Harahap di dampingi rekannya Ketua DPD LSM Gempar Paluta Ramlan Pulungan,S.H.

Lebih lanjut,Aman berpendapat Pihak  Polres Tap-Sel terlalu berani menyerahkan berkas perkara ke Kejaksaan  Negeri Paluta tanpa disertai dengan Tersangka AKH (34) Kasus pelecehan seksual terhadap anak sesama jenis  yang masih duduk dibangku SD  tersebut.

“Saya merasa kalau nanti dalam penyerahan berkas perkaranya ke Kejari Paluta tidak di sertai dengan penyerahan pelaku, itu namanya pihak penyidik Polres Tap-Sel terlalu berani mempermainkan hukum,Intinya kita sangat kecewa kalau itu terjadi dan saya yakin masyarakat juga terutama pihak keluarga korban pasti kecewa.”ungkapnya lagi.

Senada, Ripai Harahap salah satu aktivis sosial yang aktif di Paluta  juga menyampaiakan  rasa kekecewaanya setelah mendengar tersangka pelaku cabul AKH  tidak ditahan.

“Baru beberapa bulan saya ikut mengurus kasus serupa,tapi pihak Polres TapSel dengan tegas menyatakan tidak ada alasan untuk tidak menahan pelaku apalagi hanya karena dijaminkan”ungkap Ripai.

Sementara itu, paman Korban Ginda Nugraha Parlaungan Harahap menayampaikan ucapan terima kasih atas dukungan support dari semua pihak dalam maupun luar beserta Crew simantab.com paluta dan jajaran yang ikut berperan aktif dalam mengungkap kasus yang menimpa keponakan saya.

“Mewakili Pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terus mengalir menyampaikan dukungannya serta ucapan terima kasih kepada  pihak Polres Tap-sel selama proses penyidikan dan kami menghormati proses hukum selama bergulirnya mulai dari Polres Tap-Sel hingga ke Kejaksaan”ungkapnya.

Selain itu Ginda juga menyampaikan akan terus mendukung upaya penegakan hukum yang seadil adilnya terhadap keponakannya tersebut.

“Selain berupaya memperjuangkan keadilan,kami juga sedang fokus saat ini mengembalikan fsikolog ponakan saya yang masih drop”tutupnya. (Febri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.