Masyarakat, Polri,TNI Komitmen Lancarkan Pilgubsu

0
133
Oleh : Abi ridwan

Tidak  Lama lagi Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) akan berlangsung,warga sumut kini sedang di uji untuk memilih Gubernur yang dapat membawa perubahan.Begitu juga dalam pilkada ini, masyarakat harus mengetahui latar belakang  calon gubernur Sumut yang akan dipilih nantinya.Pentingnya mempunyai kemampuan mensejatrahkan masyarakat,tidak tercela,dan tidak melanggar nilai moral.Pemimpin harus memiliki Visi dan Misi untuk membangun kemajuan.Sehingga masyarakat tidak salah pilih, seandainya salah pilih akan menyesal selama lima tahun.

Tetapi tidak kalah pentingnya dalam mewujudkan Pilkada damai,setidaknya ada dua faktor penting yang harus terlibat.Pertama adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang berwenang melaksanakan pilkada.Ditagan para pelaksana pilkada inilah akan lahir pilkada.Karena penting bagi KPU dan Bawaslu telah memainkan perannya degan benar,Potensi masalah yang muncul mungkin dari tidak propesionalan akan bisa dihindari.Dengan begitu,kemungkinan munculnya konflik pun akan dapat meminimalkan.

Faktor kedua adalah para calon Gubernur dan timsuksesnya.Para calon Gubernur memiliki peran yang sangat sentral dalam menentukan pilkada berjalan damai atau tidak.Sebab jika kalah dalam pilkada tersebut para calon gubernur harus menerima kekalahan begitu juga degan timsuksesnya.

Untuk menciptakan pilkada damai, kiranya juga tidak bisa hanya dipasrahkan kepada para KPU dan Bawaslu.Demikian juga tidaklah etis manakala kita lepas tangan dengan memasrahkan kepada penegak keamanan dan pengawas pemilu. Sebab pada dasarnya, damai tidaknya pesta demokrasi bergantung pada sikap masyarakat secara umum.

Oleh karena itulah, butuh keterlibatan tokoh-tokoh masyarakat, khususnya ulama, dalam mewujudkan pilkada damai. Ulama dan tokoh masyarakat lainnya harus menjadi contoh yang baik dan menciptakan pilkada damai. Jangan sampai justru sebaliknya, menjadi sumber konflik.

Mereka harus meyakinkan umat bahwa beda pilihan merupakan hal yang wajar sehingga tidak boleh memaksakan kehendak, apalagi sampai berkonflik. Mereka harus meyakinkan umat bahwa terlaksananya pilkada aman-damai menunjukkan bahwa kita adalah bangsa bermartabat dan religius yang cinta damai. Mereka harus meyakinkan umat agar jangan langsung percaya berita-berita hoaks seputar pilkada, terutama yang cenderung adu domba. Sebab, hal tersebut bisa menjadi sumber konflik.Pilkada merupakan ikhtiar demokratis memilih pemimpin yang qualified. Ikhtiar yang baik ini tidak boleh dilakukan dengan menghalalkan segala cara karena akan mencederai kualitas pilkada. Ikuti aturan pilkada, hindari adu domba, hormati pilihan yang berbeda.

Kepada calon dan tim, agar jangan menghalalkan segala cara untuk menang. Hindari kampanye negatif-provokatif, hindari politik uang, hindari politisasi SARA, hormati pilihan orang lain yang berbeda. Jika menang, harus merangkul dan tunaikan janji-janji kampanye. Jika kalah, harus berlapang dada dan sejukkkan pengikutnya untuk menerima kekalahan.

Banyak kalangan yang harap-harap cemas dalam agenda politik kali ini. Pemerintah, aparat keamanan dan penyelenggara pilgubsu memang sangat optimistis pelaksanaan pilgubsu yang akan berlangsung sesuai dengan yang diharapkan. Karena berbagai persiapan dari sisi teknis, biaya, dan alat untuk pemilihan sudah dilakukan.

Meski dari sisi persiapan sudah rampung, kita sadar masalah keamanan dan potensi konflik  pasca pilgubsu masih sangat besar. Pemerintah dan aparat keamanan pun menyadari hal itu. Tak hanya polisi yang siap mengamankan jalannya pilgubsu, TNI juga sudah jauh-jauh hari menyatakan siap memberi andil demi kesuksesan agenda pilgubsu nantinya.

Aparat keamanan sejauh ini mungkin sudah memetakan daerah-daerah mana saja yang memliki potensi konflik. Karena sudah memiliki data, aparat kepolisian dibantu TNI memberi perhatian yang lebih terhadap daerah-daerah tersebut. Salah satunya dengan cara memberikan aparat keamanan yang lebih banyak dibanding daerah lainnya.

Meski demikian, berapa pun jumlah aparat keamanananya, bila peserta pilkada dan para pemilihnya kurang memiliki kesadaraan untuk bahu-membahu mendukung suksesnya pilgubsu, tetap saja ancaman konflik akan terjadi. Karena kunci dari sukses-tidaknya pelaksanaan pilgubsu sangat tergantung kepada para peserta dan pelaksananya dan juga peran serta masyarakat.

Pilgubsu yang damai menjadi agenda utama yang harus dijaga dalam kegiatan ini. Berbagai kalangan menginginkan pilgubsu ini tidak dibumbui oleh gangguan-gangguan keamanan. Apalagi, sampai terjadi kerusuhan.Dalam berbagai cara dilakukan agar terciptanya pilkada damai.Melirik Seperti deklarasi damai pada, Rabu 21 Pebuari 2018 di Mapolres Labuhanbatu.Deklarasi damai itu dihadiri Bupati Labuhanbatu H. Pangonal Harahap, Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang, MUI Labuhanbatu, Labura,dan Labusel.Dikegiatan juga dirangkai dengan penandatanganan bersama dalam spanduk putih dan pemberian 100 tangkai bunga mawar Merah-Putih kepada penguna jalan di MH. Thamrin Rantuprapat.Dalam poin deklarasi yang dipandu Ketua MUI Labuhanbatu Darwin Husin menyampaikan secara kompak dukungan dalam mensukseskan Pilkada serentak dengan megedepankan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Menjaga kerukunan beragama dan tidak terprovokasi isu suku, agama, ras dan antar golongan atau SARA yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.Para tokoh agama Islam, Kristen, Budha dan Khonghucu di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu dan Labuhanbatu Selatan sepakat tidak terpancing informasi Hoax yang dapat merusak kerukunan umat beragama.Begitu juga Organisasi kepemudaan (OKP) dan Organisasi Masyarakat (Ormas) se-Kabupaten Labuhanbatu Raya juga mendeklarasikan siap mendukung pelaksanaan pemilu Gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara serta menciptakan Kamtibmas yang kondusif,yang berlangsung pada saat itu pada  (10/3/2018) di gedung serbaguna Mapolres Labuhanbatu.AKBP Frido Situmorang sebagai tampuk pengamanan diwilayah Labuhanbatu raya merasakan kekagumannya kepada OKP dan Ormas yang turut berpartisipasi dalam menciptakan keamanan dalam pilkada serentak 2018.Saya merasakan hal yang luar biasa pada siang hari ini, karena suasana keakraban, kehadiran seluruh pimpinan organisasi kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan beserta pengurusnya,” tuturnya saat itu.

Tidak ketiggalan dalam mensukseskan pilgubsu damai peran Jurnalis juga dibutuhkan demi untuk mensukseskan pilgubsu. Polres Labuhanbatu menggelar deklarasi pemberitaan damai bersama seluruh insan Pers se-kabupaten Labuhanbatu Raya tepatnya, Selasa (20/2/2018) malam di Gedung Serbaguna Polres Labuhanbatu.Acara yang diadakan dengan pembacaan ikrar dan penandatanganan ikrar damai dalam pemberitaan secara independen dan berimbang serta anti hoax.Itu dibacakan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Fahrijal Lubis dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Labuhanbatu,Neurul Nizam Amru.Dalam deklarasi damai itu setidaknya ada 5 poin yang disepakati seperti mendukung dan menyukseskan pemilu damai pemilihan gubernur Sumatera Utara tahun 2018 dengan mengedepankan kode etik jurnalistik, menjaga kondusifitas pemberitaan dan tidak terprovokasi isu SARA yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.Kami sepakat untuk mengcroscek informasi secara benar agar terhindar dari berita hoax, sepakat untuk memberikan berita secara seimbang, mendukung Polres Labuhanbatu mengamankan terlaksananya pilgubsu damai di Kabupaten Labuhanbatu Raya,” sebut Neurul Nizam Amru saat itu.

Harapan kembali dituangkan  AKBP Frido Situmorang dalam arahannya semua sahabat pers yang hadir perwakilan dari masing-masing se-Kabupaten Labuhanbatu Raya.Pada kesempatan ini saya berharap secara keseluruhan Labuhanbatu Raya, tetap aman dan kondusif, ini tidak terlepasnya dari dukungan teman-teman media dalam penyampaian dan perkembangan situasi jelang Pilgubsu tahun 2018,” jelasnya saat itu.Pihak kepolisian juga sudah membentuk satgas nusantara yang khusus untuk menangani berita hoax, yang dapat merusak dan dapat memicu suasana tidak kondusif.Harapan kami dalam perkembangan zaman ini, marilah kita seluruh insan pers baik itu media cetak, media elektronik dan online sangat berperan penting untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Saya juga yakin teman-teman semua adalah jurnalis yang profesional yang mengedepankan kode etik pers seperti tertuang dalam UU Nomor 40 tahun 1999,” tandasnya.

Untuk itu, dirinya mengajak seluruh pihak terkhusus insan pers untuk bekerjasama dalam menjaga dan berperan aktif untuk Kabupaten Labuhanbatu Raya.Ini tidak terlepas dari kerja sama organisasi Wartawan Dari PWI, IJTI ,AJI dan seluruh organisasi Wartawan lokal. Mari kita sajikan informasi pemberian yang mengedepankan independen jelang Pilgubsu 2018 dan saling mendukung demi terciptanya pilkada damai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.