Masyarakat Tak Boleh Terprovokasi, Terkait Isu Adanya Lintah di Danau Toba. Dua OKP Girsip Sesalkan Berita Hoax

0
1970

SIMANTAB.COM, Parapat – Isu terkait adanya lintah di Danau Toba membuat masyarakat sekitaran Danau Toba, tepatnya di Kecamatan Girsang Sirpangan Bolon, merasa dirugikan. Maka dari itu dua kelompok Organisasi Kepemudaan (OKP) setempat yakni, OKP PK KNPI dan Korps Ulubalang, meminta Badan Lingkungan Hidup (BLH) secepatnya melakukan analisis.

Begitu juga dengan ada pemberitaan di salah satu media, yang menyatakan adannya tudingan wisatawan diserang lintah. Kedua OKP di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Girsip) ini sangat kecewa dengan hal tersebut.

Kedua OKP menuding bahwa pemberitaan itu adalah miring atau Hoax. Karena tanpa Analisis dari Badan Lingkungan Hidup(BLH).  Kemudian, BLH Simalungun/ Provinsi diminta bergerak cepat , sehinga terjawab polemik beredar di lingkungan masyarakat.

Panglima Korps Ulubalang , Marihot  Silitongga didampingi Panglima Kabupaten Simalungun, Rosdiana Harianja mengatakan, bahwa isu  pemberitaan terkait adannya lintah menyerang wisatawan saat mandi di Pantai Parsangarahan, Kelurahan Tigaraja, termasuk berita bohong (Hoax).

“Pemberitaan di Media Nasional soal keberadaan Lintah di Danau Toba Parapat, itu tidak benar. Analisis dulu keabsahan lintah melalui penelitian BLH,” kata Marihot disela-sela temu pers diruang rapat Inna Tour Parapat bersama Uspika Girsip, Minggu(19/02/2017) sekira pukul 12.00 WIB.

Dan Korps Ulubalang menilai, pemberitaan salah satu Media diangap  ada politisir dari kalangan organisasi yang tidak bertangungjawab. Kemudian perlu ditangapi oleh pihak Kepolisian.

“Penilaian kami, ada politisir dari oknum  organisasi yang tidak bertangungjawab. Kami memandang persoalan ini perlu ditindak lanjuti. Dan dalam waktu dekat akan mendatangi dinas terkait yaitu BLH Simalungun/Provinsi. Kalau memang ada kepentingan salah satu organisasi kepada  PT Aguafram Nusantara, jangan merugikan ekonomi masyarakat Parapat,” ujar Marihot.

Ketua PK KNPI Kecamatan Girsip,
Rungu Doar Samosir menambahkan, sangat miris atau prihatin dengan pemberitaan Hoax di salah satu Media Nasional. Sebab, berita Hoax tanpa alas peneliatian dinas terkait.

“Kalau memang benar ada wisatawan di serang lintah, mana hasil Visumnya dari RS. Pengaruh berita Hoax itu  jelas berdampak terhadap ekonomi masyarakat Parapat. Oleh karena itu, kami minta kepada Kapolsek dan Camat supaya menindak lanjuti masalah berita  Lintah ini. Karena berita jelas pencemaran nama baik Wisata Parapat ,” ungkap Runggu.

Alumni Kimia Lingkungan dari Universitas Sumatra Utara (USU) itu menyampaikan, setelah ada Analisis BLH, maka PK KNPI akan mengugat oknum wartawan yang membuat berita Hoax.

“Stemen kami PK KNPI, bahwa berita disajikan oknum Wartawan Media Nasional adalah berita Hoax. Alasan kami, oknum sudah berani mengatakan itu Lintah tanpa ada hasil Analisis BLH atau hasil  Laboratorium (Lab). Dan, PK KNPI Girsip siap aksi mandi di Danau Toba diduga ada lintah,” kata Rungu.

Sementara, Kordinator Badan Otorita Danau Toba, Harianto Sinaga SE menuding, bahwa pemberitaan terkait keberadaan Lintah ada unsur kesengajaan merusak Citra Wisata Danau Toba dari oknum tertentu.

” Analisis saya, ada oknum sengaja merusak program Pemerintah dalam memajukan Wisata Parapat. Dan isu seperti ini harus dilawan oleh para Generasi muda. Sebab berita Hoax seperti itu jelas mengangu ekonomi warga dan merusak Citra Wisata Parapat. Begitu juga BLH Simalungun/ Provinsi, seharusnya jangan tidur dan diminta bergerak cepat, sehinga terjawab Polemik (Opini) yang beredar dikalangan publik,” ujar Herianto.

Dalam temu pers, Kepala RSU Parapat, Edwin Simajuntak SKm menjelaskan, bahwa pengunjung yang diserang lintah tidak terdaftar selaku pasien di RS dipimpinnya.

“Kami dari pihak RSU Parapat dengan jelas menyampaikan, tidak ada pasien diserang lintah  yang bernama Mangasi. Sejak Rabu(15/2)-2017, yang ada hanya pasien Laka Lantas,” papar Edwin.

Kapolsek Parapat, AKP Hitler Sihombing dalam temu pers mengatakan, pihak Kepolisian siap mendukung kenyaman di Wisata Parapat. Dan berharap kepada OKP dapat bergandeng tangan mewujudkan persamaan persepsi  dalam memajukan Wisata Parapat.

“Kepada OKP dan Garda Wisata dapat berpartisipasi dalam hal menjaga kenyamanan di Wisata Parapat. Kemudian mari kita samakan presepsi. Adannya Indikasi  Virus (Lintah), biarkan lah instansi BLH yang menanganinnya. Sehinga tidak terjadi polemik dikalangan masyarakat atau pengunjung,” pinta Kapolsek.

Camat Girsip, James A Siahaan S.STP mengatakan, bahwa pihaknya telah melayangkan surat kepada BLH Simalungun tembusan BLH Provinsi, terkait berita Lintah di Wisata Danau Toba Parapat.

“Begitu menerima informasi adanya Lintah di Danau Toba, Tangal ( 17/2)- 2017 langsung menyurati pihak BLH Simalungun tembusan BLH provinsi. Namun hasil penelitian mereka tidak ada  sampai sekarang,” jelas Camat.

Turut hadir dalam temu pers tersebut Kanit Intel Polsek Parapat, Aiptu M Nababan, Puluhan anggota Korps Ulubalang dan PK KNPI Kecamatan Girsip.

Amatan dilapangan, meski pun ada pemberitaan di salah satu Media Nasional terkait keberadaan lintah di Danau Toba. Namun, Wisata Pantai Parapat masih di padati oleh pengunjung. (Ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.