Masyarakat Tanjung Bunga Samosir Unras ke DPRD dan Bupati

0
36

Pangururan – Ratusan warga adat Desa Tanjung bunga kecamatan Pangururan gelar unjuk rasa ke kantor DPRD Samosir dan kantor Bupati Samosir pada Selasa (24/7/18). Tujuan mereka adalah untuk memperjuangkan tanah leluhurnya yang diklaim masuk wilayah kawasan hutan.

Protes masyarakat Tanjung Bunga setelah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan bahwa tanah yang mereka usahai secara turun temurun tersebut masuk ke dalam wilayah hutan sesuai dengan SK MENHUT 579 tahun 2014.

Warga meminta agar pihak DPRD Samosir dan Pemerintah kabupaten Samosir bersama dengan masyarakat Desa Tanjung Bunga memperjuangkan hak-hak rakyat atas tanah yang telah di klaim dan di patok sepihak oleh Dinas kehutanan provinsi Sumatera Utara. Pengunjuk rasa juga mendesak DPRD Samosir segera membentuk Tim.

Dalam orasinya, Baktiar Simalango mengatakan, SK 579 tidak pro rakyat dan perkumpulan masyarakat adat Desa Tanjung bunga menyatakan sikap menolak SK MENHUT 579 tahun 2014.
“Kami menilai tindakan kementerian lingkungan hidup dan kehutanan merupakan pencaplokan sepihak, yang mengklaim tanah adat kami yakni Desa Tanjung bunga masuk kedalam kawasan hutan Negara”, kata Baktiar.

Ketua DPRD Samosir, Rismawati simarmata, wakil ketua, Jonner simbolon beserta ketua komisi II dan anggotanya yang membidangi hal tersebut. (Bang Jos)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.