Memeras, Ketua Ampi di Tangkap Poldasu

0
414

SIMANTAB.COM, Medan – Kerap ditakuti dan merasa diperas, seorang kontraktor dimedan melaporkan hal tersebut ke Poldasu. Tak butuh waktu lama, Timsus Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Sumut menciduk Suherman (39) warga Jalan Rawe 7, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Kamis (17/11/2016). Ketua Ranting (AMPI) Kelurahan Tangkahan.

Dir Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Nurfallah menyatakan, Suherman melakukan pemerasan dan mengancam pengawas pekerjaan proyek milik Dinas Binamarga Pemko Medan.

Merasa kenyamanannya diganggu, pengawas proyek kemudian melapor pemerasan tersebut ke Polda Sumut, berdasarkan LP/1505/XI/2016/SPKT III.
Dalam laporan, pelapor dihubungi terlapor untuk memberikan uang senilai Rp 4 juta. Dalihnya, uang untuk pembinaan 3 Ormas dan 1 serikat buruh. Jika tidak memberikan uang, pelapor yang tengah melakukan pengerjaan pengaspalan jalan, tidak dapat berlansung.

Mulanya, pelapor tak menggubris ucapan terlapor dari sambungan selular. Namun belakangan, terlapor kerap menghubungi. Singkat cerita, pelapor yang merasa ketakutan, kemudian menyerahkan Rp 500 ribu sebagai dana awal.

Sisa uangnya, pelapor akan menyerahkan pada 17 Novemer 2016. “Tadi pagi sekitar pukul 4 kita operasi tangkap tangan (OTT) salah satu ketua ormas di Medan Labuhan. Tersangka ini melakukan pemerasan terhadap salah satu pengusaha pengaspal jalan,” ujar Fallah didampingi Katimsus AKBP Sandy Sinurat.

Suherman terjaring OTT saat hendak menerima sisa uang dari pelapor. Fallah menambahkan, ormas yang dipimpin oleh Suherman sudah terbiasa melakukan pemerasan.

“Dalih tersangka untuk uang pembinaan ormas. Berdasarkan pengakuan tersangka, sudah 2 bulan berjalan,” tambah Nurfallah.

Dari tangan tersangka, polisi menyita 1 lembar kwitansi asli yang isinya penerimaan uang sebesar Rp 2 juta atasnama Suherman lengkap dengan stempel Ormas AMPI. Selain itu, juga 5 lembar uang Rp 100 ribu.

Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) ini melakukan pemerasan tak sendiri. Empat orang lainnya berinisial A, AK, Z dan N diduga turut terlibat, masih dalam pengejaran.

Oleh polisi, Suherman disangkakan Pasal 368 ayat (1) atau Pasal 335 ayat (1) ke 1e KUHPidana dengan ancaman kurungan penjara 9 tahun.

“Kami harap kepada Ormas-ormas untuk tidak lagi meminta uang mengatasnamakan organisasi maupun perseorangan. Perintah Presiden Jokowi, seluruh pungutan liar harus diberantas,” terang Nurfalla seperti dilansir dinamikarakyat.com(SN-01).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.