Miris!!! Oknum Dokter RSUD Rantauprapat Ngamuk-ngamuk ke Pasien, yang Berobat Langsung Pulang ke Rumah

0
5157

Labuhanbatu – Oknum Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat bernama Edi Jannis SPP ngamuk-ngamuk kepasien Iskandar (65) yang berobat penyakit paru-paru kepadanya. Akhirnya Pasien yang terkena amukan Oknum Dokter itu langsung pulang kerumah karena tak tahan atas omelan Oknum Dokter tersebut.

Kepada Simantab. Com Selasa (13/3/2018) Doni, yang merupakan anak pasien menceritakan, bahwa oknum Dokter tersebut sangat arogan dalam berbahasa kepada ayahnya, sehingga akibat amukan Dokter tersebut ayahnya langsung pulang dan merasa lebih sakit lagi atas amukan dokter tersebut.

 “Saya juga orang medis bang, saya tahu prosedur, kok marah marah pula dia sama ayah saya, kalau memang ngak mau capek janganlah jadi Dokter, apa memang begitu anjuran rumah sakit bertanya kepasien?. Ngak senang aku cara Oknum Dokter itu terhadap ayahku bang, akan ku laporkan ini kedewan kode etik, ” kata Doni diruang Medis Paru pada Wartawan.

Katanya lagi, atas ocehan oknum tersebut ia pun berencana akan mengobatkan ayahnya kemedan. Sebab Oknum Dokter yang menagani penyakit paru itu terkesan arogan di RSUD Rantauprapat.

 “Ayahku rencannya mau naik Haji bang, dulu ada penyakit paru-parunya, makanya mau kucek. Eh..!  Malah dia ngamuk -ngamuk. Nntah apa apa saja dibilangnnya keayahku, jadi naik darah tinggi ayahku, jadi pulanglah ayahku,” Ungkap Doni.

Tak sampai disitu, ternyata salah satu pasien yang pengidap paru-paru juga membeberkan kalau oknum tersebut kerap marah-marah terhadapnya.

 “Aku saja selalu kenak marah-marah sama dokter itu. Entah apa saja dibilangnya, yang dibilangnya, siapa yang menyuruh berobat kemarilah, entah apa apalah, ” ungkap pasien bernama Pangidoran Rambe.

Sementara Dokter Edi saat dikonfirmasi diruang kerjanya membantah kalau dianya telah mengamuk-ngamuk terhadap pasiennya.

 “Saya hanya ngomong keras. Karena kalau sudah tua ngomongnya kan pelan, jadi harus keraslah ngomongnya biar dengar saya apa keluhannya. Apalagi jarak saya berbicara terhadap pasien lebih kurang tiga meter,” bilang Edi.

Sedangkan Humas RSUD Rantauprapat Doni P Simamora yang langsung mendegar bukti rekaman pasien mengatakan akan melaporkan persoalan ini kedewan Etik Dokter.

 “Sesuai adanya bukti rekaman tolong dikirim kesaya bang,  agar hal ini saya laporkan ke yang berwenang. Sebagian saya langsung mendegar keluhan dari pak Pangidoran Rambe,” pungkas Simamora. (Abi). 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.