Nek Painem, Butuh Bantuan Kita Semua

0
311

SIMANTAB.COM, Simalungun – Berlubang, rapuh dan rawan tumbang,begitulah kondisi rumah seorang nenek bernama Painem warga nagori huta ll karangsari kecamatan gunung maligas kabupaten simalungun saat dikunjungoi simantab.com Rabu (26/7/2017) sekitar pukul 15:00 WIB.

Meski hidup dalam banyak kekurangan, nek Painem tetap tidak putusa asa, selainn bantuan dari warga sekitar  untuk kebutuhannya, sang nenek melakukan aktifitas seperti memasak nasi, memasak sayur dan nasi sendiri didalam gubuk kesayangan miliknya.

Kesedihan sempat terlihat dari mata sang nenek ketika dirinya menceritakan sedikit tentang keadaan gubuk miliknya, tak bisa dihindari ketika hujan datang menerpa gubuk miliknya, sang nenek harus menahan rasa dingin akibat hampit seluruh dindinh gubuknya berlubang dan bocornya atap hampir setengah bagian atapnya. Bahkan di dalam kamarnya terdapat banyak sarang laba laba.

Menurut pengakuan Nek Painem, semenjak dirinya ditinggal almarhum suaminya Sariun, dirinya harus menjalani hidup sendiri sampai akhirnya nek Painem tidak mampu untuk berjalan dan hanya mampu mengesot dan merangkak untuk meraih sesuatu.

” Sejak suami aku meninggal, aku hidup sendiri, awalnya saya enggak seperti ini,  aku dulu bisa jalan tapi lama lama aku seperti ini akhirnya, cuma bisa merangkak dan mengesot. Kalau untuk makan, kadang ada yang ngasi uang trus aku nyuruh anak anak buat beli sayur kadangpun si Ngatiem  tetangga seberang datang untuk membantu, kadang dia bawakan sayur dan setiap malam bersama suaminya sering datang” kata Nek Painem.

Hal senanda disampaikan oleh Ngatiem seorang warga yang sering merawat sang nenek. Menurut Ngatiem dirinya ihklas merawat sang nenek karena kasihan, sebab sang nenek tidak memiliki saudara dan hanya hidup sebatang kara.

” Aku ihklas membantu nenek, karena kondisi dia yang udah tua, lalu disini nggak ada saudaranya, hanya sebatang kara. Kadangpun setelah aku kerja aku mampir kemari untuk mengatar sayur yang ku masak dan kadang membantu nenek membereskan rumahnya.” Ucap Ngatiem

Hingga saat ini, sang Nenek hanya bisa pasrah akan kondisinya yang sangat mengharukan dan tinggal digubuk yang hanya beralasakan tanah, yang berlenterakan lampu teplok. (HH)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.