Oknum PNS  Bertugas di Perkim Labuhanbatu Ditangkap Jaksa, Ini Kasusnya

0
1862

Labuhanbatu – Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Pemkab Labuhanbatu itu. Dia ditahan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu yang sepanjang kemarin (11/12/2017) memeriksanya selama 8 jam.

Julius (51) ditangkap karena sangkaan aksi membengkakkan biaya proyek pengadaan dan pemasangan jaringan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Jalan Urip Sumodiharjo dan Jalan KH Ahmad Dahlan, Rantau Prapat. Hingga 20 hari ke depan, Kejari Labuhanbatu menitip penahanan Julius di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Rantau Prapat.

“Penahanan terhitung mulai hari ini (kemarin) hingga 30 Desember 2017,” kata Kajari Labuhanbatu Setyo Pranoto SH, melalui Kasi Pidsus Muhammad Husairi SH MH, di Kantor Kejari Jalan Sisingamangaraja, Rantauprapat, Senin (11/12/2017).

Pada proyek tahun 2014 itu, Julius diketahui bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Ceritanya, proyek bernilai kontrak Rp638.400.000 itu diduga terjadi mark-up harga dan biaya pengadaan serta pemasangan jaringan lampu jalan pada 2 jalan umum di wilayah Kecamatan Rantau Utara, Rantau Prapat itu.

“Alasan dilakukan penahanan karena dikawatirkan tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana,” tegas Suhairi.

Pantauan Wartawan,tersangka warga Jalan Pembangunan Kelurahan Padangmatinggi Kecamatan Rantau Utara itu dibawa ke Lapas Rantauprapat sekira jam 19.03 wib. Dia dibawa jaksa Aron Siahaan menggunakan mobil tahanan Kejari itu.

Tersangka awalnya menghadiri panggilan Kajari Labuhanbatu pada jam 10.00 wib. Kemud ian dia menghadap Kasi Pidsus, selanjutnya tim penyidik Pidsus, Aron Wilfrid Marulitua Siahaan SH, Daniel Tulus Sihotang SH MH, memeriksa tersangka.

“Tersangka kami periksa mulai jam 10 hingga 18.00. Jadi, ada 8 jam tersangka kami periksa dan selanjutnya dilakukan penahanan,” sebut Aron.

Dalam pemeriksaan, tersangka didampingi penasihat hukumnya, Lenggayani SH. Setelah diperiksa kondisi kesehatannya oleh dokter dari RSUD Rantauprapat untuk memastikan apakah dapat dilakukan penahanan terhadap tersangka atau tidak, tersangka dinyatakan sehat.

Namun Husairi belum bersedia merinci dugaan mark-up pengadaan dan pemasangan jaringan LPJU tersebut.

Tetapi, ia mengakui pihaknya memanggil pihak-pihak terkait dari dinas terkait, Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan pejabat PLN sekaitan penyidikan kasus dugaan korupsi LPJU itu. Pihak PLN dimintai keterangan untuk perbandingan harga bahan, seperti biaya pengadaan tiang, travo, kabel, bola lampu dan biaya pemasangan meter.

Informasi yang dihimpun, proyek pemasangan jaringan lampu penerangan jalan umum tahun 2013-2015 diduga terjadi tindak pidana korupsi dari mark-up harga. Proyek LPJU pada 3 yahun anggaran itu ada 8 paket dengan total nilai kontrak/anggaran Rp8,7 miliar.

Tahun 2013 ada 5 paket proyek. Seperti pemasangan jaringan LPJU di Jalan H Adam Malik senilai Rp3,9 miliar di Lingkungan VII Seiberombang Kecamatan Panai Hilir senilai Rp990,9 juta, di Aeknabara Bilah Hulu senilai Rp609 juta, di Jalan Dewi Sartika-Perumahan Urungkompas senilai Rp323 juta, di Jalan Sirandorung-Pasar Gelugur senilai Rp662,5 juta.

Kemudian, tahun 2014 hanya 1 paket pemasangan jaringan LPJU di Jalan Urip Sumodiharjo dan Jalan KH Ahmad Dahlan senilai Rp638,8 juta.

Tahun 2015 ada 2 paket, yakni pemasangan jaringan LPJU di jalan umum Telagasuka Kecamatan Panai Hilir senilai Rp856,5 juta dan di jalan umum Desa Seisanggul dan Dusun 7 Desa Sidorukun Kecamatan Panai Hilir senilai Rp734,3 juta. Terkait kasus tersebut, pihak Pidsus masih memeriksa pihak-pihak terkait mengembangkan penyidikan dugaan korupsi proyek lampu jalan di Labuhanbatu.(Abi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.