Pedagang Parapat Diajak Masuk BPJS Ketenagakerjaan

0
174
Ilustrasi

SIMANTAB.COM, Parapat – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kota Pematangsiantar melakukan sosialisasi kepada seluruh pedagang di kawasan Danau Toba untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Pematangsiantar melakukan ‘jemput bola’ agar pedagang dapat mengikuti program pemerintah ini.

Antusias pedagang untuk menjadi peserta baik Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) atau Jaminan Kematian (JKM), cukup tinggi. Hal ini dikarenakan biaya untuk iuran bulanan sangat ringan mulai dari Rp 16.800 per bulan.

Salah satu komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi seluruh pekerja formal maupun informal tersebut, BPJS Pematangsiantar pada hari Sabtu (27/08/2016) kemarin, melakukan ‘jemput bola’ dengan mendatangi kios-kios pedagang di daerah wisata Parapat, Kabupaten Simalungun.

Kepala Kantor BPJS Pematangsiantar mengatakan, pihaknya akan selalu berupaya untuk melakukan kegiatan sosialisasi secara masif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, khususnya di daeerah operasional kantor Cabang Pematangsiantar. “Perlu kita ketahui bersama, program BPJS Ketenagakerjaan ada empat, yaitu Jaminan Kecelakaan kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP),” kata Nurmansyah.

Diterangkannya, untuk JP hanya dapat diikuti bagi pekerja formal atau penerima upah. Sedangkan untuk pekerja informal, dapat mengikuti minimal dua program yaitu JKK dan JKM. “Iurannya sangat terjangkau, mulai dari Rp 16.800,- bila dibandingkan dengan dengan iuran penerima upah perbedaannya sangat jauh, untuk penerima upah minimal mengiktu tiga program yakni JKK, JKM dan JHT dimulai dari Rp 113.131,- per bulan,”  lanjutnya.

Adapun manfaat yang diterima dengan menyetor iuran Rp 16.800,- per bulan adalah  pelayanan pengobatan akibat kecelakaan kerja, dan santunan bila cacat ataupun kehilangan jiwa dengan keseluruhan mencapai Rp Rp 55.800.000.00,-.

“Dengan menjadi peserta jaminan kematian, ahliwaris mendapatkan santunan sejumlah Rp 24.000.000,-. Apabila peserta meninggal dunia akibat kecelakaan kerja,” katanya lebih lanjut.

Hal ini dilakukan sesuai dengan adanya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Nasional yang merupakan lembaga penerima mandat negara untuk melaksanakan jaminan nasional ketenagakerjaan dimana seluruh warga Negara Indonesia wajib menjadi peserta BPJS Tenaga Kerjaan. (lud/rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.