Penenbangan Mahoni di Pinggir Jalan Ditangkap, Warga Apresiasi Kinerja Polisi

0
247

SIMANTAB.COM, Simalungun –  Personel Polsek Dolok Panribuan, menghentikan dan mengamankan pelaku penebangan kayu mahoni di Jalan Siantar Parapat, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Jumat (02/06/2017) sore.

Penangkapan yang dilakukan oleh personel Polsek Dolok Panribuan itu dilakukan berdasarkan keresahan masyarakat yang sering terjadinya penebangan kayu milik negara di Jalan Lintas Siantar Parapat.

Kapolsek Dolok Panribuan, AKP Gandhi Hutagaol membenarkan hal tersebut dan pihaknya sudah menyerahkan kayu bersama para pelaku serta truk angkutan ke Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Simalungun.

truk pengangkut kayu mahoni yang diamankan polisi

Menurut sejumlah sumber, kayu tersebut dikuasai oleh Anton Sinaga. Menurut hasil pemeriksaan penebangan dilakukan berdasarkan permintaan masyarakat karena kayu sudah busuk pada bagian batang. Surat permintaan tersebut katanya, sudah disampaikan kepada pihak Kecamatan Dolok Panribuan, namun, hingga kini surat tersebut belum mendapatkan balasan dari pihak kecamatan.

Masyarakat setempat mengapresiasi kinerja kepolisian yang berani menangkap pelaku penebangan kayu di pinggir jalan. Hal ini dikarenakan, penabangan banyak dilakukan karena tidak sesuai dengan kondisi pohon mahoni. “Baguslah kalau polisi bisa menghentikan penebangan itu, tapi jangan cuma ini, yang lain juga, kalau sekarang penebangan berdasarkan permintaan masyarakat banyak, tapi lihat juga kondisi pohon,” ungkap IR Simanjuntak yang dihubungi Simantab.com, Jumat  malam.

Simanjuntak yang merupakan warga Dolok Panribuan mengaku bahwa penebangan kerap kali dilakukan oleh para mafia demi mendapatkan keuntungan. Padahal, bila dilakukan dengan benar seperti merantingi dan tetap menjaga batang utama bisa dilakukan tanpa harus menebang batang utama pohon.

“Kan bisa dirantingi saja, kalau batangnya sudah busuk atau memang sudah layak tebang ya silahkan, tapi itupun harus ada izin resmi, apalagi Jalan Parapat ini milik Kementerian, jadi harus ada koordinasi dengan pihak Kementerian atau bawahannya,” ungkap alumni STIE Sultan Agung ini.

Amatan Simantab.com, penebangan juga pernah terjadi di Jalan Lintas Siantar Medan, alasan para pelaku sama yaitu menjaga supaya tidak ada korban jiwa akibat pohon tumbang. Namun, berbeda dengan kondisi di Jalan Asahan, sepanjang Jalan Asahan (Siantar Perdagangan, red) tidak ada penebangan. Padahal kondisi pohon juga hampir sama dengan Jalan Medan dan Jalan Siantar Parapat. (die/lud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.