Penganiaya Remaja di Makassar Bisa Dikenai Pasal Penistaan Agama

0
231

SIMANTAB.COM, Pinrang – Polisi bergerak cepat menelusuri kasus penganiayaan terhadap remaja berinisial RS (15) di Pinrang (Sebelumnya ditulis Makassar-red), Sulawesi Selatan, yang videonya viral di media sosial. 4 orang yang terlibat telah diringkus.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Frans Barung saat dikonfirmasi detikcom, Senin (21/11/2016). Keempat orang yang telah ditetapkan jadi tersangka ini adalah NE (18), HA (17), SE (15) dan EN (20).

“Keempatnya ditahan di Polres Pinrang, tiga pelaku pengeroyokan dan satu pelaku yang mengunggah ke sosial media. Para pelaku dijerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan, serta UU ITE Pasal 27 Ayat 3 UU No 11 Tahun 2008,” kata Frans, seperti dilansir detik.com

“Selain itu para pelaku juga bisa dijerat pasal penistaan agama karena kerudung korban dicopot dan dibuang ke sungai,” sambungnya.

Frans mengatakan, peristiwa penganiayaan ini terjadi di depan SMPN 5 Kelurahan Data, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Rabu (2/11) lalu. Korban awalnya tidak mau melapor ke polisi karena mengalami trauma dan takut akan dianiaya kembali.

Tersangka berinisial NE yang mengenakan kerudung dalam video penganiayaan itu merupakan seorang guru honorer di sebuah sekolah dasar. HA dan SE pelajar SMK, sedangkan EN merupakan ibu rumah tangga. EN berperan merekam aksi penganiayaan itu.

Aksi penganiayaan terhadap RS diduga dipicu ketersinggungan para pelaku pada status Facebook korban, yang dianggap menghina para pelaku. Namun polisi masih mendalami keterangan para pelaku.

Video kekerasan terhadap RS viral di media sosial. Dalam video berdurasi 11 menit 57 detik itu, para pelaku nampak menganiaya RS secara bergantian. RS dipukul, ditampar dan ditendang. Kerudung dan baju RS juga dibuka paksa oleh para pelaku. (SN-08)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.