Pengaruh Adiktif Rokok, Prajurit TNI Labuhanbatu Dipastikan Tak Naik Pangkat 

0
564

Labuhanbatu – Dikarenakan tidak sehatnya kondisi tubuh akibat pengaruh buruk zat Adiktif yang terdapat didalam rokok, dipastikan akan dapat berdampak tidak lulusnya Prajurit TNI ketika mengikuti ujian kenaikan pangkat.

“Kalau tubuh tidak sehat, jangankan mengikuti ujian, untuk bangkit dari bangun saja rasanya tidak kuat, saat itulah metabolisme tubuh kita dalam keadaan sakit, tentunya akan menyebabkan akibat yang cukup fatal bagi prajurit hingga menghalangi kenaikan pangkat” ujar Dr. Andi Buchari M. KM Ketua Komite Medik RST TK IV Pematang Siantar, pada penyuluhan Kesehatan tentang bahaya rokok dan Malaria di wilayah Kodim 0209/LB di aula Abdi Karya Manunggal Makodim setempat. Selasa (16/1/2018).

Untuk perlu diketahui, terang Andi, bahwa didalam rokok terdiri dari 4.000 bahan kimia berbahaya, 69 diantaranya mengandung zat karsinogenik dan Arsenik untuk racun tikus yang menimbulkan berbagai macam penyakit yakni, tumor, TBC, kanker, saluran paru2, kardiovaskuler, alat reproduksi, yang dampak jangka panjang.

“Sebaiknya kita berhenti secara perlahan-lahan sebelum kita mati diakibatkan asap rokok yang setiap hari kita hisap” sebutnya mengingatkan.

Urai Dr Andi, bahaya merokok sebenarnya diketahui orang banyak, tapi hanya diacuhkan saja karena akibat ketagihan (adiktif), sehingga orang tidak mau berhenti. Padahal, bahaya rokok sangat jelas pengaruhnya terhadap lingkungan, khususnya ibu lagi hamil, terlebih sebagai efek pencetus leukimia.

“4,9 juta kematian pertahun didunia akibat rokok, 70% di negara Asia, dan faktanya, hingga saat ini, hanya sekitar 5-10% orang yang berhasil menghentikan rokok” bilangnya.

Disamping itu, tambah Andi, ada beberapa tips untuk berhenti merokok, yakni dengan cara mengganti rokok dengan permen, mengisi kegiatan dengan waktu luang seperti membaca buku, olahraga, jauhi material terkait rokok, kuatkan niat dan bulatkan tekad.

Sementara, dalam kesempatannya, Dandim 0209/LB Letkol Czi Denden Sumarlin SE melalui Kasdim Mayor Inf Ertiko Cholifa SH,SP menyampaikan, pengaruh rokok dapat juga dihindari dengan melihat kondisi Lingkungan tempat tinggal.

“Paling prinsip adalah keteladanan kita, hidup dilingkungan tanpa rokok, sehingga garis keturunan juga tidak merokok, saya dari kecil sampai sekarang tidak merokok, mungkin di karenakan di keluarga saya tidak ada yang merokok, seperti itulah kondisinya, kalau kita mau sehat tinggalkanlah rokok” ujar Kasdim.

Tampak hadir, Wadan Kesrem P.Siantar, Kapten Ckm Rusli, para Perwira Staf dan jajaran Danramil se-Kodim 0209/LB, serta 100-an personil Kodim setempat. Acara diwarnai dengan tanya jawab seputar kesehatan.(Abi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.