Pengerjaan Proyek Bah Bolon Diduga Menyalahi dan Membuat Khawatir Warga

0
103

SIMANTAB.COM, Pematangsiantar – Terlihat dua alat berat dan para pekerja proyek tampak menimbun aliran sungai Bah bolon, tepatnya di jalan Vihara kelurahan Simalungun, kecamatan Siantar Selatan, kota Pematangsiantar, hingga menyebabkan aliran sungai menjadi kecil pada rabu (13/9/2017).

Dari keterangan plang proyek yang tersembunyi dibalik gedung Koas (ruang belajar dokter muda) menyebutkan, proyek tersebut merupakan Perbaikan Insfrastruktur Pengendalian Banjir dan Pengaman Sungai Bah bolon yang dikerjakan oleh PT. Nunut Karya bersumber dana dari APBD Provinsi Sumatera Utara.

Pengecilan aliran ruas sungai Bah bolon ini, menurut seorang warga bernama Hendri, pengerjaan ini diduga melanggar Undang-undang Peraturan Pemerintah No 37 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan juga melanggar Undang-undmav No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan pengeolahan Lingkungan Hidup.

Terlihat dilokasi beberapa pekerja dengan menggunakan alat berat melakukan penimbunan sungai dari jarak daratan kurang lebih 2 meter, dan para pekerja melakukan pemasangan batu padas dengan kawat bronjong

Sementara itu, seorang pria yang bermarga Aritonang mengaku bahwa dirinya hanya sebagai pengawas lapangan dinas provinsi, dan ia mengaku hanya mengerjakan gambaran dari dinas PU kota Siantar yang menurutnya pengerjaan proyek atas saran dari pihak rumah sakit umum Djasamen Saragih. Namun saat hendak diwawancarai oleh dua media elektronik, Aritonang enggan memberikan keterangan lanjutan dan menghindar dari kamera.

” Saya hanya pengawas lapangan dari dinas provinsi, dan kami hanya mengerjakan gambaran dari Dinas PU Siantar atas permintaan pihak rumah sakit, kalau mau lebih jelas kita bicarakan saja dikantor bang, nggak usah pakai camera inilah” ujarnya sambil menghindar

Warga lain bernama Arifin saat diwawancarai simantab.com yang rumahnya berada didekat pengerjaan proyek merasa keberatan dengan cara pengerjaan proyek tersebut.

” Jelas nantinya pembangunan tembok penahan atau beronjong ini akan membuat dampak negatif pada warga, pasalnya mereka bukannya memperbesar sungai malah memperkecilnya, apalagi mereka sampai menimbun aliran sungai Bahbolon. Apakah itu sudah dibenarkan? Semua itukan ada undang undangnya, dan mereka sudah melanggar itu dan jika diteruskan maka akan berdampak kepada kami masyarakat yang ada diseberang sini, ” kata Arifin.

Dan hingga saat ini, pembangunan  yang menimbun aliran sungai masih saja dilakukan, belum ada kebijakan pemerintah kota akan dugaan pengecilan sungai yang dilakukan dengan cara menimbun sungai dengan batu padas. (TS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.