Pengerjaan Renovasi Pajak Ikan Dwikora Dilaporkan

0
451

SIMANTAB.COM, Pematangsiantar – Menyikapi data dan bukti yang dimiliki, Bina Daya Sejahtera Simalungun [Bidasesi] telah melaporkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pematangsiantar kepada Kejaksaan Agung, Kejati Sumut dan Kajari Siantar dengan suratnya nomor ; 037./lap-Disperindag/Pms/2/17, tanggal 20 Februari 2017.

Dalam laporannya, Bidasesi antara lain menjelaskan bahwa mereka menduga pekerjaan renovasi pasar ikan Dwikora diduga dikorupsi dengan mark up yang mencapai 40%, hal tersebut terlihat dari rendahnya kualitas pekerjaan, seperti lantai yang dicor seluruh lapisan atasnya telah terkelupas dan terlihat kerikil, meja jualan yang sudah rusak, kaca lobang udara/nako yang tidak dipasang, besi penutup parit yang sudah penyot dan rusak, lantai di bawah meja yang tidak di cor, rangka baja dan atap seng yang diduga kwalitasnya tidak sesuai dengan kontrak dan pembuatan parit keliling yang kualitasnya sangat rendah dan sudah mulai rusak walaupun masih baru dibangun.

Disebutkan juga dalam laporan tersebut, bahwa pekerjaan tersebut dari Disperindag Siantar, dana APBD tahun anggaran 2015, yang pelaksananya adalah CV. Ramos Mandiri, yang beralamat di Jl. Durian nomor 27 Pematangsiantar dengan nilai kontrak sebesar Rp.1.798.600.000.

Andry Saragih, Ketua Bidasesi menyatakan bahwa mereka sangat yakin adanya dugaan korupsi dalam pekerjaan renovasi pasar ikan Dwikora ini, yang paling terlihat jelas adalah cor coran lantai dan besi holo penutup paritnya yang sangat tipis dan telah rusak, seng dan baja ringannya juga  duga tidak sesuai kontrak, pembuatan parit dan besi penutup paritnya juga diduga Bidasese telah dikorupsi.

Andry Saragih juga menambahkan bahwa saat mereka ke lapangan melihat langsung pasar ikan yang direnovasi, dan berdasarkan penelusuran Bidasesi, CV. Ramos Mandiri sebagai pelaksana pekerjaan, sering berganti Direktur dan wakil Direktur, dan juga memiliki pekerjaan di beberapa kabupaten dan kota di Sumatera Utara dan diduga hal ini terjadi karena menyewa atau meminjam perusahaan.

Saat hal ini dikonfirmasikan kepada pedagang ikan, beberapa pedagang ikan bernama Fery, Syamsul, Hasan Panggabean dan ibu Siagian sependapat bahwa pekerjaan renovasi pasar ikan Dwikora ini hasilnya sangat mereka sesalkan karena kualitasnya yang rendah dan telah banyak yang rusak, bahkan meja jualan yang dikerjakan belum 1 bulan sudah rusak sebut ibu Siagian. Karena besi penutup paritnya tipis kali dan sudah peyot dan rusak terpaksa kami pedagang yang membuat tutup parit sendiri dengan swadaya Rp. 300 ribu tiap pedagang,

“pokoknya kayak kerjaan ecek-ecek aja nya ini bang” ucap salah pedagang.

Saat hal  ini dikonfirmasi kepada Kadis Perindag Pematangsiantar yang saat ini telah dimerger dengan Dinas Koperasi, telepon selulernya tidak aktif. (Lud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.