Penggunaan ADD di Desa Sei Siarti Dipertanyakan, Gapotsu Temukan Kejanggalan

0
157

SIMANTAB.COM, Labuhanbatu – Penggunaan anggaran dana desa (ADD) dipertanyakan Sejumlah unsur elemen masyarakat Desa Sei Siarti Kecamatan Panai Tengah, Tahun Anggaran 2017.

Pasalnya, dalam penggunaan anggaran di desa tersebut ditemukan kejanggalan terkesan dengan sengaja diendapkan dengan modus Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA).

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Labuhanbatu LSM Gabungan Pemerhati Orang Tertindas Sumatera Utara (GAPOTSU) A.Malau merasa heran atas penggunaan anggaran di Desa Sei Siarti pada TA 2017 lalu.Sebab,ditemukan tiga belas item kegiatan dengan pembiayaan anggaran dari Alokasi Dana Desa (ADD) tidak dilaksanakan.

Padahal, katanya,ke tiga belas item kegiatan tersebut jenisnya pengadaan sehingga dapat dilaksanakan sebelum habis masa waktu penggunaan anggaran akhir tahun.

Malau mensinyalir,dengan modus SILPA yang di lakukan oleh Kepala Desa (Kades) atau pada saat itu Sekretarisnya sebagai Pejabat sementara (Pjs) diduga ada indikasi untuk menyelewengkan anggaran.

“Kita sama-sama mengetahui bahwa jenis kegiatan pengadaan prosesnya tidak begitu sulit seperti kegiatan fisik proyek sehingga dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan yang telah di program oleh Pemerintah Desa Sei Siarti dapat dilaksanakan sesuai waktu sebelum habis masa waktu penggunaan anggaran” cetusnya.

Informasi yang dirangkum menyebutkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) penggunaan anggaran Desa Sei Siarti Kecamatan Panai Tengah TA 2017 tertulis senilai Rp.64.877.000 dengan tiga belas item kegiatan di SILPA kan oleh Pemerintah Desa.

Sekretaris Desa (Sekdes) pada saat itu menjabat sebagai Pjs Kades Sei Siarti Muhammad Kenaikan Nasution saat dihubungi wartawan (26/5/2018) lalu. guna meminta penjelasan perihal ini mengatakan bahwa Pemkab Labuhanbatu menyalurkan ADD dipenghujung tahun dan mengakibatkan tidak terlaksananya ke tiga belas item kegiatan tersebut sehingga di SILPA kan untuk tahun anggaran berikutnya.

“Itu kami SILPA kan anggarannya, uangnya ada di RKD dan bukan kami makan. Karena waktu penyaluran dipenghujung tahun gak sempat mengerjakannya kendalanya waktunya sempit” tandasny. (Dedi/DB).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.