Penikmat hingga Penjual Sabu Ditangkapi Satres Narkoba Polres Simalungun

0
176

SIMANTAB.COM, Simalungun – Peredaran narkoba sepertinya terus merajalela di wilayah hukum Polres Simalungun. Meski sudah banyak yang ditangkap dan dihukum, namun peredaran gelap narkoba masih saja terjadi. Kali ini, 4 orang warga Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun berhasil ditangkap oleh Satres Narkoba Polres Simalungun, Sabtu (05/05/2018).

Keempat pria yang diamankan yakni, Nama: YH (17) warga Pasar II, Nagori Karang Bangun, Kecamatan Siantar, Raja Efendi Nasution (26) warga Jalan Zaitun, Nagori Pematang Simalugun, Kecamatan Siantar, Sandro Butarbutar (37) warga Gg Mujo Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Rizal (37) warga Rambung Merah, Kecamatan Siantar.

Kini keempatnya sudah diamankan di Sel sementara Asrama Kepolisian Resort Simalungun, Jalan Sangnaualuh, Kota Pematangsiantar, bersama barang bukti.

Penangkapan terhadap keempatnya bermula dari informasi yang diperoleh pihak kepolisian dari seorang informan bahwa di sekitaran Gg Bengkel Nagori Karang Bangun sering terjadi transaksi narkoba dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Atas dasar informasi tersebut anggota Narkoba Polres Simalungun langsungĀ bergerak menuju lokasi dan melakukan penyelidikan.

Sekira pukul 16.00 WIB anggota Narkoba Polres Simalungun melihat 2 orang laki-laki yang gerak geriknya mencurigakan masuk ke dalam suatu rumah, melihat hal tersebut tersebut anggota opsnal Narkoba Polres Simalungun langsung melakukan penggerebekan ke dalam rumah tersebut. Pada saat penggerebekan ditemukan 1 orang laki-laki yang mengaku bernama Yogi dan 1 orang laki-laki berhasil melarikan diri dari pintu belakang.

Selanjutnya anggota Narkoba Polres Simalungun langsung melakukan penggeledahan badan terhadap Yogi akan tetapi tidak ada ditemukan barang bukti berhubungun dengan narkotika, namun pada saat dilakukan pencarian di dalam rumah, anggota opsnal Narkoba Polres Simalungun menemukan 1 bks plastik klip kecil yang diduga berisi narkotika jenis sabu dan 1 buah alat isap bong di dalam selokan kamar mandi.

Kemudian Yogi diintrogasi dan mengaku membeli narkotika jenis sabu itu dari seorang laki-laki yang bernama Raja yang beralamat di Jalan Zaitun, polisi pun bergegas ke rumah Raja, sebelumnya, Yogi baru membeli sabu sebanyak Rp 200 ribu kepada Raja.

Polisi mengrebek rumah milik Raja, dan menemukan Raja di dalam rumahnya, polisi lalu melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti 1 bks kotak rokok Sampoerna yg didalamnya berisikan 1 bungkus plastik klip sedang di dalamnya diduga berisikan narkotika jenis sabu, 1 bungkus kecil kertas nasi diduga berisi narkotika jenis ganja, 1 buah alat isap bong, 1 buah kaca pirex, 1 buah jarum, 2 buah sendok pipet, 2 buah mancis, 1 unit HP merk Nokia dan uang Rp 220 ribu.

Dari keterangan Raja, narkoba itu diperolehnya dari Sandro. Polisi kemudian ‘memburu’ Sandro di sekitaran Rambung Merah tepatnya di Persimpangan STM Pembaruan. Namun, Sandro tidak di rumahnya dan polisi mendapatkan informasi bahwa Sandro sedang berada di rumah mertuanya di Jalan Bubusan, Rambung Merah.

Di sana Sandro berhasil diringkus, saat digeledah polisi sempat tidak menemukan barang bukti pada badan Sandro. Kemudian, polisi melakukan penggeledahan di kediaman Sandro. Polisi mendapatkan barang bukti berupa 1 buah kaca pirex, 4 bungkus potongan plastik klip yang diduga berisi bekas narkotika jenis sabu, 8 buah mancis, 1 buah sendok dari pipet, 1 buah gunting dan 2 unit HP merk Samsung.

Anehnya, saat polisi sedang melakukan penggrebekan, seorang pria yang bernama Rizal tiba-tiba datang dan saat itu juga langsung diamankan polisi. Dari keterangan Rizal ia mengaku bahwa ia berniat untuk membeli sabu.

Kasat Narkoba, AKP J Sembiring membenarkan penangkapan itu dan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan juga para pelaku. (Lud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.