Perkuat Koordinasi, JR Saragih Hibahkan Bekas Kantor Bupati ke TNI AD

0
1005

SIMANTAB.COM, SIANTAR – Koordinasi di pemerintahan Kabupaten Simalungun terus dibangun oleh Bupati Simalungun JR Saragih. Kali ini dirinya menghibahkan bekas kantor bupati ke TNI AD Siantar.

Menurut Bupati Simalungun JR Saragih, penghibahan kantor bekas bupati kepada TNI AD agar bisa berkoordinasi dalam membangun Kabupaten Simalungun secara keseluruhan.

“Selama ini hanya sebatas peminjaman saja, tetapi dengan dilakukannya penghibahan kepada TNI AD otomatis pembangunan di Kabupaten Simalungun semakin cepat, koordinasinya pun akan semakin mudah dalam melakukan pengayoman kepada masyarakat,” ucap Bupati Simalungun JR Saragih didampingi Pangdam Rindam I / Bukit Barisan Siantar Mayjen TNI Lodewyk Pusung di Rindam I / Bukit Barisan, Senin (13/2/2017).

Pria bernama asli Jopinus Ramli Saragih ini menuturkan selain adanya TNI AD, pihaknya juga akan memindahkan kantor pengadilan.

“Jika semua dekat dengan kantor pemerintahan Kabupaten Simalungun maka semua akan mudah dalam melakukan koordinasi, hal ini buat mencegah kejadian yang tak diinginkan. Apalagi, semua penegak hukum wajib mengayomi masyarakat dengan mudah,” lanjutnya.

Diakuinya, luas kantor bekas bupati Kabupaten Simalungun seluas 23.626 hektar yang berlokasi di Raya yang nantinya akan digunakan oleh Kodim 0207 Simalungun.

Pangdam Rindam I / Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung menuturkan dengan hadirnya markas baru Kodim 0207 akan semakin menguatkan keamanan di wilayah Simalungun.

“Tentunya kita mengucapkan terima kasih kepada Bupati Simalungun JR Saragih telah menghibahkan bekas kantor bupati untuk menjadi kantor markodim 0207 Simalungun yang luasnya hampir 3 hektar, selanjutnya akan di proses ke ranah hukum untuk menjadi hak milik negara,” paparnya.

Selain penyerahan hibah kantor bekas bupati, Pangdam Rindam I / Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung bersama Bupati Simalungun JR Saragih juga mengikuti pelaksanaan penutupan pendidikan pertama Bintara TNI AD Tahap 1 Tahun Anggaran 2016.

Di pendidikan ini bertujuan untuk membentuk siswa untuk menjadikan Bintara guna memiliki keterampilan dasar menjadi tentara Bintara selain memiliki ketaqwaan kepada Tuhan YME, taat dan loyalitas hingga keteladanan dalam sikap dan perilaku.

Selain itu lamanya waktu pendidikan dilakukan selama 20 Minggu yang dibuka 29 September 2016 dengan masa orientasi dari 20 September sampai 1 Oktober 2016 dengan jumlah siswa sebanyak 223 orang.

Di sini, mereka dilakukan pendidikan berupa kemahiran menembak, ilmu taktik dan teknik, ilmu teritorial, ilmu dasar keprajuritan, hingga dasar golongan Bintara.

Bagi TNI AD tentunya bisa menjadi titik awal untuk menjadi prajurit, terlebih langkah ini bukan hal mudah untuk dilakukan. Tak itu saja, para Bintara juga merupakan pendidikan pertama dari sipil menjadi prajurit TNI AD, telah dibentuk ilmu pengetahuan dan pengetahuan dasar untuk mampu menjadi prajurit yang tangguh dalam bertempur.

“Sebagai prajurit, selain pintar olah keprajuritan mereka harus juga taat dalam aturan norma militer serta mengayomi masyarakat dengan baik dan benar,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.