PLT Kades Batu Tunggal Diduga Rekayasa Data Calon Kades, Ketua LSM Akan Lapor ke Polisi

0
181

Labuhanbatu Utara – Salah satu oknum calon Kepala Desa Batu Tunggal Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) dituding ‘palsukan’ data Surat Keputusan (SK) LPM yang merupakan salah satu syarat penunjang  menjadi calon kades yang dikeluarkan pelaksana tugas.

Tudingan ini pun menjadi polemik di pemerintahan Desa, sehingga membuat gerah pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD), yang akhirnya melakukan rapat internal, Jum’at (19/10/2018) lalu.

“Ya benar, telah kita gelar rapat BPD, ada pemalsuan data SK LPM yang menerangkan nama ‘IS’ adalah salah satu calon kades, ini sudah kita pertanyakan langsung kepada Plt Kades saat ini,” terang Wakil ketua BPD Batu Tunggal M. Amin Ritonga (Foto), Senin (29/10/2018) di kantor Desa setempat.

Urai M. Amin, didalam penjelasannya, Syahmuddin Munthe selaku plt Kades berdalih bahwa SK dimaksud hanya sebagai surat biasa saja untuk menutup-nutupi pemeriksaan inspektorat yang terjadi belum lama ini.

“Alasan dia (plt kades), SK palsu yang dikeluarkan itu hanya oret-oret saja, untuk laporan pertanggungjawaban kepada inspektorat Pemkab Labura, dan dia berjanji akan membatalkannya,” bilang Amin.

Bahkan, jelas Amin, pihaknya melalui Ketua BPD akan meminta kepada panitia penyelenggara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), agar membatalkan nama calon tersebut.

“Sepertinya akan mengarah kesana, dan kita akan melakukan rapat internal dulu untuk proses tindaklanjutnya, dengan harapan proses Pilkades dapat berjalan bersih dan transfaran serta tidak mencoreng nama baik lembaga desa,” harapnya.

Informasi yang dihimpun, salah satu poin penilaian dalam proses penjaringan calon Kepala Desa adalah telah pernah terdaftar dalam organisasi non formal di Desa dengan nilai 22 poin. Nah, dengan dasar itu pula diduga oknum Plt Kades Batu Tunggal memalsukan SK LPM tersebut.

Plt Kades Batu Tunggal Syahmuddin Munthe, ketika hendak dikonfirmasi wartawan tidak dapat ditemui dikantornya. Sementara, dihubungi melalui pesan singkat (SMS), Kades menolak bertemu dengan menjawab dirinya sedang berada diluar.

“Maaf pak, saya lagi diluar,” jawabnya melalui pesan singkat.

Menanggapi itu,Ketua LSM LPPN Hasannudin Hasibuan meminta kepada Penegak Hukum agar melakukan Lidik terhadap dugaan pemalsuan dokumen tersebut.

“Ya kalau ada kecurangan kita berharap penegak hukum kiranya melakukan penyelidikan terhadap dugaan pemalsuan dokumen itu,selain itu kita juga berencana melalui LSM yang saya pimpin akan melaporkan dugaan tersebut,”Terang Hasan.(Abi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.