Polisi Diminta Lidik Dugaan Suap di Dinas BP2KP Labuhanbatu

0
509

Labuhanbatu – Menuai kabar perorangnya bayar 45 juta baru bisa menjadi tenaga Kontrak Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (BP2KB) Labuhanbatu, yang dipimpin Lidia Wati Harahap, praktisi hukum meminta polisi melidik atas dugaan tersebut.

Karena hingga sampai Hari ini, kepala dinas tersebut atas isu suap tersebut menyebutkan itu adalah kebutuhan.

“Segeralah pihak kepolisian,Khususnya Polres Labuhanbatu agar melidik atas dugaan suap hingga masuknya tenaga kontrak tersebut,” kata Iwan Ritonga,SH selaku Praktisi Hukum di Labuhanbatu, sabtu (25/11/2017) pada Simantab.com.

Menurutnya, atas dugaan itu, hendaknya pihak kepolisian memanggil tenaga -tenaga kontrak yang baru masuk didinas untuk dimintai keterangannya, dengan trik yang dilakukan polisi mungkin dapat membongkarnya siapa biang kerok dalam dugaan aksi main suap tersebut.

“Sudah jelas dari jawaban Kadisnya saya, tampak mulai kelabakan, ditanya kasus dugaan suap, ia malah sebut kebutuhan, hal yang wajar kalau polisi melakukan tingkat Lidik,” ungkap Iwan.

Sebelumnya, kepala Dinas BP2KB Lidia Harahap dikonfirmasi atas dugaan suap itu malah mengatakan sesuai kebutuhan.

Sesuai kebutuhan kita sbg tenaga lapangan KB. Peruntukannya didaerah pantai krn PNS sangat minim disana. Maaf sy lg di jln mnuju mdn,” balas Lidia saat konfirmasi Simantab.com, (23/11/2017).(Abi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.