Proyek Rel Kereta Api di Labuhanbatu Gunakan Tanah Berbatu dan Berpasir

0
372

SIMANTAB.COM,Labuhanbatu-Proyek Rel Kereta Api Jalur Rantauprapat Kota Pinang diduga menyalahi aturan yang ada.Sebab,Proyek Rel Kereta Api Khususnya di RPK 2 menerima tanah timbun bercampur batu dan pasir.

Padahal,dari beberapa RPK jalur Rantauprapat dan Kota Pinang itu terpantau tidak pernah menerima tanah timbun bercampur batu dan pasir.

Pengawas Kementrian Proyek tersebut dikonfirmasi Wartawan Senin (21/1/2018) bernama Arif enggan membantah kalau pihaknya menerima tanah timbun bercampur batu dan pasir.

Menurutnya,jika tanah timbun tersebut telah memenuhi uji Lep pihaknya pun menerima saja dengan catatan harus mempunyai uji Lep.

“Kalau sudah mempunyai uji Lep,mau pakai batu atau pasir boleh saja itu.Ngak ada masalah itu,”Katanya ke Wartawan.

Katanya lagi,meski adanya bebatuan dan pasir namun pihaknya mencoba mengasingkan batu-batu kecil kepinggigaran.

“Kalau batu batu yang ada kita sudah pinggirkan.Kalau tidak bapak temui saja perwakilan kementrian yang beralamat dimedan,”Pinta Arif.

Sementara itu, Ketua LSM Baris Ramses Sihombing mengatakan atas pengerjaan RPK 2 dinilainya banyak kecurangan.Sebab,meski tanah timbun tersebut meski adanya uji Lep harus ditentukan juga tanah yang mana yang masuk Lep.

“Ok kalau itu memang uji Lep,tapi dari atas hingga kebawah tanah timbun kan tidak semua dalam katagori diuji Lep.Apa dari keatas hingga kebawah masuk? Jadi kalau ada akar atau lainnya dapat diterima juga?,” tanya Ramses.

Disebutkannya,melalui LSM nya dalam waktu dekat ia akan melayangkan surat untuk meminta penjelasan atas kinerja RPK 2.

“Kita janji dalam waktu dekat akan kita layangkan surat ke kementerian atas proyek Rel kereta Api itu,apakah sesuai dengan bahasa pak Arif sebagaimana penjelasannya,”Ungkap Ramses.(Abi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.