PT Tapian Nadenggan Diblokade Warga 9 Desa

0
98

PALUTA – Ratusan warga Halongonan Timur ( Haltim ) bergabung dengan mahasiswa dan 9 desa, memblokade seluruh jalan menuju Pabrik Kelapa Sawit ( PKS ) PT Tapian Nadenggan Langga Payung kecamatan Halongonan Timur, kabupaten Padang Lawas Utara.

Aksi  yang mengatasnamakan “Aliansi Mahasiswa Pemuda Masyarakat Bersatu”  turun untuk ke 3 kalinya, karena tak ada titik temu antara pihak manajemen dan masyarakat, akhirnya masyarakat mulai membuat tindakan yaitu memblokade jalan menuju ke PKS. Massa juga bakar ban di depan pintu gerbang PKS, Selasa (21/08/2018).

Sempat terjadi dorong- dorongan dengan pihak kepolisian di depan kantor PT Tapian Nadenggan, pemicunya karena pihak manajemen perusahaan tak mau keluar memenuhi keinginan masyarakat.

Kericuhan dapat diredam oleh pihak ke polisian dipimpim langsung Kapolsek AKP Kasmir Sitanggang dan Ipda E.Tampubolon.

Berselang itu, pihak perusahanpun datang menjumpai para pengunjuk rasa dan menyampaikan serta mengajak perwakilan dari pengunjuk rasa untuk berunding dengan Pihak Perusahaan di dalam kantor. Namun hal itu ditolak oleh demonstran.

“Kalau mau berunding ayo kita di halaman PTTN  aja, tidak usah di kantor biar masyarakat bisa menyaksikan” ujar Habibi P Harahap.

“Kita sudah siapkan meja di halaman pabrik PTTN dan apabila pihak PTTN tidak mau berunding disana kita akan memblokade seluru aset PTTN,” sambung Habibi.

“Kami tidak mau berunding di rumah penjarah aset , kami mau berunding diluar sini.” Ujar Abibi P Harahap

Pengamatan kru simantab.com, aksi tersebut tak dapat solusi, sehingga seluruh masyarakat secara spontan menuju ke pintu gerbang PKS ( Pabrik Kelapa Sawit ), memblokade seluruh jalan menuju PKS dan membakar Ban di depan pintu gerbang PKS.

Akibatnya, truck sawit tak bisa masuk ke PKS, begitu juga Mobil Tangki SPO pun saat ini tak bisa beroperasi.

Berselang sekitar 1 jam camat Haltim, Mahyudin Harahap dan Polsek Padang Bolak AKP Kasmir Sitanggang berusaha memediasi  antara kedua belah pihak , pihak manajemen PT Tapian Nadenggan  pun keluar dan bersedia untuk dialog dengan masyarakat. Hasil dialog, pihak manajemen tidak bisa memberikan keputusan terkait tuntutan massa. (Febri M)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.