Rahayu Sentosa Pamerkan Bus Pesanan PO Paradep

1
833

SIMANTAB.COM – Tahun ini bodi bus atap tinggi semakin banyak diminta perusahaan transportasi. Dampaknya positif buat perusahaan karoseri yang banjir pesanan, salah satunya Rahayu Santosa.

Dilansir kompas.com, perusahaan karoseri asal Bogor itu baru saja memperkenalkan model baru, Jetliner versi Double Deck yang dirancang di atas sasis Mercedes Benz OC 500 RF-2542 dengan tiga sumbu roda.

Sebelumnya Rahayu Santosa sudah membuat Jetliner Semi High Deck, bus sepanjang 12 m ini memiliki Gross Vehicle Weight (GVW) 15 -16 ton. Selain itu sudah hadir juga Jetliner High Deck dengan panjang 13,5 m plus GVW 16 ton.

Jetliner Double Deck lebih berat dari kedua model itu, GVW-nya 24 ton kendati panjangnya sama seperti versi High Deck. Konsep rancangan menjurus ke bus modern untuk transportasi Antar Kota.

Dalam siaran resminya, Selasa (15/11/2016), Rahayu Santosa menjelaskan unit pamer Jetliner Double Deck ini didesain untuk PO Pelita Paradep dengan warna identitas hijau, jingga, dan kuning. Gambar Taj Mahal yang ada di sisi bodi merupakan tempat favorit pemilik Pelita Paradep.

Rencananya bus akan digunakan buat melayani transportasi di Sumatera Utara yang melayani rute Medan – Pematang Siantar dan Bandara Kualanamu – Siantar.

Sekali jalan Jetliner Double Deck bisa mengantar 59 penumpang yang dengan nyaman duduk di kabin. Nuansa mewah tercermin dari berbagai fitur, misalnya jok dengan sandaran kaki, tiga televisi, interior yang diberi warna fushia buat dasbor, kursi, dan karpet, serta abu-abu sebagai warna dominan lain. (SN-02)

1 COMMENT

  1. pertama kali naik bus Pt.Pelita Paradep “kecewa dan kesal”
    saya mendarat naik citilink jam 15.00
    beruntungnya dapat paradep (rekomendasi adik saya)
    beberapa kilometer perjalanan dengan bus paradep ternyata berhenti duu di stasiunnya (lewat kantor kepala desa kualanamu)
    sial nya bus paradep dengan plat BK 7220 UA ban belakang sebelah kanan kurang bagus(entah apanya yg kurang bagus penumpang tidak tahu karena memang tidak ada pemberitahuan)
    lebih dari 1 jam 55 menit penumpang mulai komplain, namanya juga pihak yg di rugikan wajarlah butuh kepastian.
    kesalnya justru pengelolanya yg lebih galak. Sampai-sampai saya katakan kepada pengelolanya, ini mau diberi solusi atau saya panggil teman-teman media biar ini jadi sorotan. Untungnya pengelolanya langsung cari motor nyusulin supir yg bawa ban bus nya.
    sangat kecewa perjalanan pertama naik paradep, padahal paradep bus yg kerjasama sama Angkasa Pura II
    sebisa mungkin harus di perbaiki lagi pelayanannya.

    Kualanamu, 11/01/2017; 17:27
    Regards

    Eva

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.