Relokasi Pedagang Pasar Horas Diprotes Pedagang, Puluhan Pedagang Tutup Jalan Sutomo

0
443

SIMANTAB.COM, Sintar – Puluhan pedagang dan mahasiswa melakukan ujuk rasa di Jalan Sutomo, Kelurahan Dwikora, Siantar Barat, Senin (07/05/2018) siang. Mereka menolak relokasi sementara yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ) karena dinilai semena-mena dalam relokasi yang dilaksankan.

Pantauan Simantab.com, Massa tang didominasi ibu-ibu ini duduk di jalan dengan beralaskan tikar dan terpal. Mereka menuntut supaya PDPHJ tidak melakukan relokasi pedagang yang berada di balerong Pasar Horas. Bahkan, hingga pukul 13.00 WIB, tak satupun pegawai dari PDPHJ datang menanggapi tuntutan pedagang. Sementara iru, akibat demonstrasi yang dilakukan pedagang dan sejumlah mahasiswa mengakibatkan arus lalu lintas di Jalan Sutomo, macet total dan pihak kepolisian dari Resort Pematangsiantar melakukan pengalihan arus ke Jalan Vihara ke Jalan Pane.

Koordinator aksi, Fawer Full Fander Sihite yang merupakan mantan Ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun menjelaskan, aksi penolakan yang dilakukan pedagang adalah aksi protes terhadap menejemen PDPHJ yang melakukan perbaikan balerong secara tergesa-gesa serta melanggar ketentuan hukum yang berlaku. “Ada Peraturan Presiden Nomor 125, tahun 2012, tentang penataan PKL dimana setiap pedagang dilibatkan dalam penataan, dan relokasi ini terkesan tergesa-gesa karena baru beberapa minggu yang lalu relokasi disosialisasikan dan sekarang akan dieksekusi,” jelas Ketua Gerakan Pemuda KIRI Indonesia Pematangsiantar-Simalungun.

http://click.accesstrade.co.id/adv.php?rk=0004cf000b9e
Mahasiswa S2 Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta Jurusan Kajian Konflik dan Perdamaian ini mengatakan, aksi serupa akam terus dilakukan hingga pihak PDPHJ memberikan solusi dimana pihak PDPHJ sudah melakukan kajian-kajian terhadap dampak dalam relokasi yang dilakukan. “Seharusnya, berdasarkan Permen Perdagangan harus ada kajian yang dilakukan oleh pihak terkait untuk masalah dampak dari relokasi, baik itu kajian sosial masyarakat, kajian skala kebutuhan masyarakat, baik harga, kebutuhan per rumah tangga dan masih banyak kajian yang harus dilakukan,” jelas mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Simalungun ini dengan tegas. (Lud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.