Restuti Hidayani Saragih, Dokter Muda Penuh Prestasi Yang Dekat Dengan Penyakit Sirosis Hati

0
145

SIMANTAB.COM, Medan – Dokter spesialis penyakit dalam Restuti Hidayani Saragih memiliki ikatan emosional dengan penyakit Sirosis Hati. Ibundanya meninggal pada 2004 karena mengidap penyakit Sirosis Hati saat Restu masih kuliah di Fakultas Kedokteran USU.

“Saya mempelajari bagaimana seluk beluk penyakit ini, dan menemukan bahwa Sirosis Hati termasuk dalam kategori penyakit dalam. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis C yang bekerja secara diam dan menggerogoti seluruh tubuh. Saya mau bantu orang-orang yang seperti ibu saya, karena secara pribadi, saat itu, belum banyak yang bisa saya lakukan untuk beliau,” tutur Restuti Hidayani Saragih di kediamannya jalan Dr Mansyur Medan, Selasa (21/6/2016). Restu bilang bahwa gejala penyakit ini sangat mirip dengan gejala penyakit maag yang sering diderita masyarakat.

“Gejalanya demam, mual, perut kembung, muntah, dan nyeri ulu hati yang sangat mirip dengan penyakit mag. Kalau sudah ada keluhan seperti ini wajib periksa ke dokter. Memang keluhannya biasa tapi ini bukan penyakit biasa,” jelasnya.

Restuti Hidayani Saragih merupakan perempuan kelahiran Tebingtinggi, 15 April 1981 saat ini menjabat sebagai dokter spesialis penyakit dalam di RSUP H. Adam Malik Medan.

Dirinya mengatakan di tengah kesibukannya berprofesi sebagai dokter spesialis dia juga aktif mengajar di Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Fakultas Kedokteran USU.

“Sebenarnya sibuknya luar biasa. Tapi saya suka mengajar, karena bagi saya mengajar itu dua kali belajar. Saya pilih berprofesi ganda karena ini sekaligus upgrade ilmu. Karena setelah saya menjadi dosen akan ada penelitian yang menunjang profesi kedokteran saya,” ujar Restuti di kediamannya jalan Dr Mansyur Medan Selasa (21/6/2016) sebagaimana dilansir Tribun.

Tidak sekadar mengajar dan menjadi tenaga medis, Restuti ternyata memiliki segudang prestasi. Ia menjadi dokter Teladan di lingkungan RSUP H. Adam Malik Medan tahun 2015, menjadi instruktur di Pusat Ultrasonografi Kedokteran Indonesia (PUSKI) sejak tahun 2013 hingga saat ini, Kerap menjadi narasumber talkshow kesehatan di berbagai media elektronik dan pernah menjadi pembicara di World Congress of Digestive Diseases di Nanjing, Tiongkok, setelah penelitian yang ia buat dipublikasikan di Indonesian Journal of Gastroenterology Hepatology and Digestive Endoscopy yang terakreditasi internasional.

“Ini bukan prestasi luar biasa, masih banyak senior saya yang lebih berprestasi. Tapi cacatan rekam medis membuat saya jadi dokter teladan di tahun 2015. Saya juga tidak sangka diundang jadi pembicara di Tiongkok. Saya hanya kirim jurnal saya ke wadah jurnal akreditasi Internasional, dan panita mengatakan jurnal saya terpilih untuk di presentasikan di Tiongkok,” ucapnya. (SN-03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.