Restuti Saragih ; Pemalsu Vaksin Layak Dihukum Mati

0
186

SIMANTAB.COM, Medan – Beberapa hari yang lalu masyarakat Indonesia dihebohkan dengan penemuan sindikat pemalsuan vaksin bagi balita. Hal ini membuat berang beberapa tokoh masyarakat, satu diantaranya adalah Mantan Humas Dokter Indonesia Bersatu (DIB) Restuti Hidayani Saragih.

Saat dikonfirmasi, Restuti mengatakan aksi pemalsuan vaksin sebagai tindak kejahatan luar biasa atau extraordinary crime. Dirinya juga mengungkapkan akan sulit mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk divaksinisasi.

“Ini sama saja dengan upaya pembunuhan secara tidak langsung. Orang tua dengan semangat membawa anaknya untuk divaksinasi dengan harapan kekebalan tubuh, malah dimasuki oleh zat-zat berbahaya yang dapat membunuh anak. Setelah ini pemerintah akan mendapat kendala dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk mengikuti program imunisasi. Hal ini jelas akan menimbulkan kerugian yang besar untuk kualitas SDM Indonesia,” kata Restuti Hidayani Saragih via telepon, Minggu (26/6/2016) seperti dilansir tribun.

Restuti meminta pemerintah untuk meninjau kembali peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan menambahkan hukuman yang lebih berat terhadap pelaku pemasluan vaksin dan obat-obatan.

“Hal ini seharusnya setara dengan tindak pidana luar biasa lainnya seperti peredaran narkoba. Efek peristiwa ini merusak dan membunuh generasi muda. Diperlukan tinjauan ulang atas UU Perlindungan Konsumen yang menyebutkan hukuman maksimalnya hanya 15 tahun penjara, sebaiknya direvisi menjadi hukuman yang lebih berat, bahakan hukuman mati, Agar timbul efek jerah,” Tegas Restuti. (SN-09)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.