Rosalina : Aku Hanya Ingin Bupati Perhatikan Atlit – Atlit Simalungun

0
162
SIMANTAB.COM, Simalungun –  Setelah berhasil mendapatkan Emas di PON XIX  Jabar. Atlet beladiri cabor wushu Rosalina Br Simanjuntak alumni SMA/SMK Maria Goretti Pematangsiantar berharap agar bupati Simalungun  JR Saragih memperhatikan para atlet yang ada disimalungun. Khususnya untuk membangun tempat  latihan atau gedung olahraga sebagai wadah para para atlet Simalungun untuk berlatih.
“kabupaten Simalungun gudang atlet yang berprestasi namun minimnya perhatian Pemkab dan sarana latihan sehingga atlet tersebut tidak terpublikasi.
Rosalina baru dua  tahun mendalami beladiri wushu. Latihan pertama yang ia lakukan ketika itu ia masih belajar di SMK Maria goretti pada tahun 2014.
 
” Ketika mereka latihan beladiri Wushu di halaman sekolah, saya minta ijin kepada pelatih untuk  Pengen ikutan latihan,” ujar nya sambil tersenyum malu mengingat masa lalu nya.
Namun ia sangat bercita cita tinggi untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Unimed nanti sambil dapat berlatih meningkatkan Prestasinya di cabor wushu.
” Pengen kuliah di Unimed jurusan apa saja, kemudian  meningkatkan prestasi dengan latihan dengan tekun,” ujarnya. 
Ia mengatakan bahwa Orang tuanya sempat melarang untuk tidak mengikuti latihan beladiri wushu karena menurut orang tua nya cabor wushu sangat keras latihannya sehingga untuk wanita ditidak cocok.
” orang tuaku pernah melarang untuk tidak ikut latihan cabor wushu. Katanya  ga cocok untuk latihan wushu nanti korban kena tendangan serta pukulan keras, ujar anak ke empat dari lima bersaudara pasangan suami istri Parulian Simanjuntak, Elfrida Br Sihombing.
Ia sangat berharap dapat melanjutkan pendidikan nya ke jenjang lebih tinggi di Unimed.

” inginnya melanjutkan kuliah di Unimed jurusan apa saja yang diterima  jika menang SBMPTN nanti,” harapnya. 

Parulian Simanjuntak didampingi istrinya Elfrida Br Sihombing warga dusun laguboti, Nagori janggir Leto, kecamatan panei Tongah kepada wartawan ia sempat melarang anaknya perempuannya untuk tidak ikut latihan cabor wushu. Karena menurutnya cabor sangat tidak cocok buatnya untuk Bertarung. 
Ia juga menambahkan kalau putrinya bertarung  tidak berani untuk melihat pertandingan karena tidak Sanggup melihat aksi pukulan keras. 
 
Orangtuanya sehariannya bekerja di Sawah sebagai petani. Ia bekerja disawah untuk menafkahi anaknya sebanyak lima orang bersaudara. ia mengatakan Rosalina anak keempat dari Lima bersaudara.
 
Ia berharap Pemkab Simalungun untuk memberikan perhatian dan motivasi kepada atlit berprestasi karena atlit di Simalungun minim akibat perhatian Pemkab kurang.
Untuk teman teman atlit ia berharap agar untuk bergiat berlatih dan menjaga kesehatan dan menjauhi Narkoba. 
 
Ketua KONI Simalungun Bambang kencono Wahono kepada wartawan, di PON berikutnya KONI Simalungun akan mencetak atlet berprestasi dari cabang lain namun hanya saja ia berharap agar Pemkab untuk memberikan perhatian kepada KONI Simalungun khususnya membangun sarana latihan atlet Seperti gedung olahraga yang baru dan anggaran yang cukup.

” Berharap Pemkab dan anggota DPRD Simalungun  untuk menggodok anggaran yang secukupnya kepada  KONI Simalungun untuk dapat mendidik atlit,” ujar Bambang.

Ia sangat berterimakasih kepada bupati telah memberikan hadiah kepada atlit Simalungun yang menyabet emas di Pon Jabar sebesar Rp 100 juta. (Lud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.