Satu Rumah Tak Layak Huni Milik Warga Sidamanik Dibedah Demokrat 

0
319

SIMANTAB.COM, Simalungun – Satu rumah tak layak huni, milik keluarga Erwin Marbun dan Erni Hasibuan, warga Nagori Tiga Bolon, Dusun Tigabolon Pane Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun akan dibedah Partai Demokrat Kabupaten Simalungun. Hal itu dilakukan karena, rumah tersebut sudah sangat memprihatinkan dan tidak layak untuk ditempati.

Kepada Metrosiantar, Kamis (4/5), Ketua Pelaksana Harian (Plh) Partai Demokrat Kabupaten Simalungun, Elias Barus SE, menjelaskan, bedah rumah tersebut merupakan inisiatif langsung pihak Partai Demokrat Kabupaten Simalungun, dengan melibatkan seluruh masyarakat yang ada di  Nagori Tiga Bolon, Dusun Tigabolon Pane Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun.

Rumah yang dibeda itu, kata Elias Barus, milik keluarga Erwin Marbun dan Erni Hasibuan, dengan 6 orang anaknya yang yang masih kecil-kecil. Kesehariannya berprofesi sebagai seorang buruh tani yang menerima upah dan untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari aja kurang. Dan saat ini, suaminya Erwin Marbu pergi merantau ke Batam untuk mencari pekerjaan meninggalkan istri dan keenam anaknya dirumah tak layak huni itu.

Sumber dana bantuan bedah rumah itu lanjut Elias Barus, merupakan hasil sumbangan pengurus Partai Demokrat Kabupaten Simalungun. “Bedah rumah ini adalah inisiatif kami, tidak ada campur tangan dari Pemerintah Kabupaten. Ini kita lakukan karena di zaman sekarang ini, masih ada satu masyarakat kami yang tinggal di rumah yang betul-betul sudah sangat tidak layak ditinggali,” kata Elias Barus.

Sebelumnya, kata Elias Barus, rumah dengan dinding dari anyaman bambu. Namun kondisinya terlihat hampir roboh. Untung saja, rumah itu masih ditopang oleh tiang-tiang penyangga sehingga masih bisa berdiri walaupun sudah dalam kondisi yang miring. Pokoknya sudah sangat memprihatinkan, kalau dikena angin kecang itu sudah langsung rata dengan tanah.

Selain itu, rumah yang dihuni keluarga Erwin Marbun dan Erni Hasibuan, dengan 6 anaknya yang masih kecil-kecil itu tanpa air liding dan lampu penerangan. Dan rencana, sambung Barus, akan kita bedah Kamis depan (11/5) dan bahan-bahan bangunannya akan kita datangkan pada Rabu depan (10/5). “Kita hanya menyiapkan bahan-bahan bangunan dan 2 orang tukang. Dan proses pembangunannya dibantu warga setempat, dengan cara bergotong royong. Semoga dengan bantuan dari kami, Ibu Ani dan ke enam anaknya bisa tinggal ditempat yang layak untuk ditinggali,” tutupnya.

Ditemui dikediamannya, Ani Br Hasibuan, warga Nagori Tiga Bolon, Dusun Tigabolon Pane Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun, pemilik rumah tak layak huni yang akan dibedah Partai Demokrat Kabupaten Simalungun mengaku bahwa dirumah yang  dinding dari anyaman bambu dan papan, serta beratapkan seng yang terletak di tengah areal persawahan itu, ia tinggal bersama 6 anaknya yang masih kecil-kecil. “Anak saya paling besar berumur 13 tahun, anak nomor dua 11 tahun, anak ketiga 9 tahun, anak keempat 8 tahun, anak kelima 5 tahun dan anak keenam 3 tahun. Sedangkan suami saya bernama Erwin Marbun saat ini sedang pergi merantau ke Batam untuk mencari pekerjaan. Dengan kondisi rumah seperti ini dan rasah takut akan hal-hal yang tidak diinginkan akan terjadi menimpa keluarganya, jika malam hari, saya dan ke enam anak saya pindah tidur kerumah tetangga, pagi harinya baru kami kembali kerumah ini menjalani kehidupan sehari-hari kami,m’ akunya sambil meneteskan airmata dan memeluk keenam anaknya..

“Kami tinggal sudah 7 tahun disini. Ini lahan mertua saya dan sudah diberikan kepada kami. Keseharian saya bekerja sebagai buruh tani yang hanya mencukupi makan sehari aja. Dirumah yang kami tempati ini tidak ada air dan listrik, jadi jika malam, dikarenakan suami saya pergi mencari kerja, saya dan anak-anak numpang tidur malam kerumah tetangga berhubung saya takut jika malam tinggal dirumah ini,” akunya sedih.

Disinggung masalah bantuan, Ibu enam anak itu mengaku bahwa rumah mereka itu sudah berkali-kali dilihat dan dikunjungi anggota DPRD Simalungun bahkan di fhoto-fhoto oleh wartawan secara fisik,  katanya rumah miliknya itu akan di usulkan melalui program pemerintah “Pugar Rumah’’ namun harapan tersebut tak kunjung terealisasi.hingga sekarang.” akunya.

“Kami bermohon kiranya dengan hadirnya pengurus Partai Demokrat Kabupaten Simalungun, kami tidak hanya mendengar janji, tapi bukti nyata dan rumah kami ini dapat dibedah, sehingga saya dan ke enam anak saya bisa tinggal ditempat yang layak untuk ditinggali,” tutupnya. (Die)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.