Sejak Pengambilan SKHUN Gratis, Jadwal Pengambilan Diundur karena Kepsek Sibuk Urusan Keluarga

0
374

SIMANTAB.COM, Labuhanbatu Utara – Penyerahan SKHUN (Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional) oleh pihak Sekolah SMP Negeri 1 Kulauh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, terus ditunda oleh pihak sekolah tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada orang tua maupun kepada siswa sekolah tersebut.

Seharusnya SKHUN diambil siswa pada Rabu (30/05/2018), namun tanpa alasan yang jelas pihak sekolah mengumkan pengambilan SKHUN ditunda pada Kamis (31/05/2018).

Namun, pada hari Rabu (31/05/2018), sampai pukul 12.00 WIB dan Kamis (31/05/2018) terlihat beberapa orang tua menunggu di Pos Satpam dan siswa berkeliaran di sekitar sekolah untuk menunggu pembagian SKHUN. Sayangnya, hingga siang hari, tidak ada pihak sekolah yang memberikan penjelasan kepada orang tua siswa bahwa pengambilan SKHUN ditunda lagi.

Saat Simantab.com menanyakan kepada salah seorang guru Mince Simangunsong, mengapa belum dibagi SKHUN-nya? Ia menjawab bahwa pembagian kembali ditunda menjadi hari Senin, 4 Mei 2018.

Mengapa tidak ada pemberitahuan pengambilan SKHUN ditunda kembali, sehingga para orangtua dan siswa menunggu mulai dari pagi hingga siang?

Mince Simangunsong mengatakan telah diberitahukan kepada siswa bahwa pengambilan SKHUN ditunda kembali diundur kembali menjadi hari Senin. “Diundur lagi bang, jadi hari Senin,” ucap Mince.

Namun beberapa orang tua yang terlihat hadir tidak mengetahui pemberitahuan itu. Karena beredar info, pembagian SKHUN akan diberikan pada pukul 12.00 WIB. Sayangnya, karena tidak ada keterangan resmi dari pihak sekolah para orang tua siswa rela menunggu meski berjam-jam.

Saat disinggung mengapa ditunda kembali, Mince mengatakan bahwa Kepala Sekolah SMP Negeri 1 ada urusan keluarga. “Kepala sekolah lagi ada urusan keluarga jadi tidak bisa dibagikan hari ini,” tandasnya.

Saat Kepsek SMP Negeri 1 Kualuh Hulu, Dra. Norlyn dikonfirmasi melalui selularnya, orang nomor 1 di sekolah SMP Negeri 1 ini tidak ada memberikan jawaban begitu juga pesan singkat yang dikirimkan kepadanya.

Terkait hal ini, beberapa orang tua siswa berasumsi bahwa biaya pengambilan SKHUN yang dikamuflase dengan dalih uang terimakasih sebesar Rp 100,- di complain dan akhirnya ditiadakan. Sehingga berkali – kali diundur sepihak tanpa ada pemberitahuan kepada siswa dan orang tua siswa.

Sebelumnya, tanggal 25 Mei 2018, diumumkan biaya pengambilan SKHUN pada hari Rabu 30 Mei 2018 dengan membawa uang sebesar Rp 100 ribu per siswa dengan dalih sebagai uang terimakasih. Dengan adanya pengumuman tersebut, pihak orang tua mengaku keberatan dengan kebijakan sekolah tersebut. Setelah melakukan negosiasi akhirnya pihak sekolah meniadakan pembiayaan pengambilan SKHUN tersebut. (BuNan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.