Sekelompok Masyarakat Aek Kuasan Bersikap Arogan Terhadap PT Varem Sawit Cemerlang

0
1055

SIMANTAB. COM, ASAHAN – Enam unit Mobil Truk Tangki bermuatan CPO, milik PT. Varem Sawit Cemerlang yang hendak keluar dari lokasi pengolahan, terlihat dihalangi sejumlah kelompok masyarakat di Jalan Avdeling III Kebun Pulu Raja, Lingkungan VII Aek Kuasan, Kelurahan Aek Loba Pekan, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan. Sabtu (7/7/18).

Kelompok masyarakat mengatasnamakan masyarakat setempat, namun kenyataannya hanya sejumlah masyarakat yang saling memiliki hubungan kekerabatan, sesuai pantauan media Simantab.com dan informasi dari Humas PT. Varem Sawit Cemerlang, Noy Lingga.

Mereka mengahalangi jalan keluar dari PT. VSC dengan menempatkan satu unit mobil Kijang Inova BK 1129 UB dan roda depan sebelah kiri mobil tersebut terlihat dalam posisi terlepas, terlentang ditengah jalan.

Sebelumnya 21 Mei 2018, juga  telah terjadi pengahalangan oleh sekelompok masyarakat tersebut hingga 30 Juni 2018, dan hampir terjadi pergesekan kelompok yang mengatas namakan masyarakat dengan pihak PT. VSC.

Pihak perusahaan langsung melakukan laporan ke pihak kepolisian, Jumat 26 Juni 2018, saat 2 unit mobil truk bermuatan CPO dihadang, dan salah satu pihak kelompok masyarakat mengatakan ” jika saya buat bom di mobil mu apa kamu berani lewat”, kepada salah satu supir truk tersebut, terang Mardi Sijabat SH, Pengacara pihak perusahaan.Dan kepolisian hadir ditempat untuk melakukan pengamananan, esok harinya 27 Juni 2018.

Manejer HR dan GA Noy Lingga mengatakan masalah ini diawali oleh karena Humas Eksternal untuk dusun VI dan VII PT. Varem Sawit Cemerlang yang bernama Rosita ( warga sekitar ) merekrut sejumlah tenaga kerja, namun tidak lolos seleksi. Dan pihak perusahaan menduga Rosita telah mengutip sejumlah biaya untuk memuluskan beberapa tenaga kerja yang direkrutnya.

Jadi oleh karena sejumlah masyarakat yang direkrut Rosita, diduga telah dikutip biaya untuk meloloskan masuk ke PT. VSC sesuai penjelasan Manejer HR dan GA Noy Lingga, untuk menjadi karyawan di PT. VSC tidak lolos seleksi, hal ini menyebabkan Rosita merasa tersinggung.

Dan Rosita pun memprovokatori masyarakat untuk melakukan aksi menghalangi truk pengangkut CPO milik PT Varem Sawit Cemerlang untuk keluar dari lokasi Perusahaan saat melintas jalan Avdeling III Pulau Raja, yang persis posisinya didepan rumah Rosita. Dan diduga ada oknum Perwira TNI di belakang Rosita.

Poin tuntutan masyarakat dalam aksinya agar pihak Perusahaan memperbaiki jalan dan rumah yang mengalami retak diperbaiki. Dan pihak perusahaan bersedia memperbaiki apa tuntutan masyarakat namun tidak dalam bentuk uang tunai, tapi langsung melakukan perbaikan. Namun Rosita menginginkan penggantian dalam bentuk uang tunai.

PT. Varem Sawit Cemerlang telah mengalami kerugian 12 Milyar setelah tidak beroperasi selama 1,5 bulan jelas Manejer HR dan GA PT. Varem Sawit Cemerlang Noy Lingga.

Setelah Perusahaan telah menghentingan aktivitas 1,5 bulan. Akhirnya hari ini Sabtu 7 Juli 2018 kembali melakukan aktivitas demi kebutuhan ratusan tenaga kerja di PT. Varem Sawit Cemerlang. Namun kembali mengahadapi penghadangan masyarakat.

Padahal pelaksanaan izin pemakaian jalan Afdeling III, milik PTPN IV yang dilalui oleh mobil truk pengangkut hasil olahan Kelapa Sawit tersebut, telah dikantongi oleh PT. Varem Sawit Cemerlang. Tertuang dalam Nomor : PUR/04.01/01/VI/2018, hal pelaksanaan ijin pemakaian jalan Afdeling III, Kebun Pulau Raja. Pada prinsipnya menyetujui pelaksanaan jalan tersebut. Yang ditanda tangani oleh Manejer Kebun/Pabrik, Perkebunan Nusantara IV, Unit Usaha Pulau Raja Mazrienal Muaz.

Kuasa Hukum PT. Varem Sawit Cemerlang Mardi Sijabat, SH mengatakan tidak ada hak masyarakat menghalangi jalan yang di lalui truk pengangkut CPO, milik PT. VSC.

Menurut aturannya yang berhak menghalangi jalan tersebut dilalui adalah PTPN IV, terang Pengacara tersebut.(Bjs). 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.