Sertijab Kalapas Pematangsiantar, Sukardi : Masih Banyak Kerja yang Harus Dilakukan

0
105

Simalungun – Sejumlah pejabat tinggi di bawah naungan Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) mendapatkan rotasi jabatan. Salah satunya di Lapas Klas IIA Pematangsiantar.

Kepala Lapas Klas IIA Pematangsiantar yang sebelumnya dijabat oleh M Sukardi Sianturi harus dimutasi dijabatan barunya sebagai Kalapas di Rantau Parapat (Kabupaten Labuhan Batu, red). Sementara, jabatan M Sukardi digantikan oleh P Siregar yang sebelumnya menjabat sebagai Kalapas di Padang Sidempuan.

M Sukardi yang ditemui usai acara pisah sambut di Lapas Klas IIA Pematangsiantar, Jalan Asahan, Nagori Lestari Indah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Kamis (06/09/2018) sore, menyebutkan bahwa masih ada tugas besar yang harus dijalankan oleh penggantinya di Lapas Klas IIA Pematangsiantar.

“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan agar program berjalan 100 persen, mengingat yang dihadapi adalah manusia bergerak, harus ada terobosan-terobosan agar pelayanan dapat berjalan dengan maksimal,” ungkap M Sukardi.

Sementara itu, Aris perwakilan dari Dirjen Kemenkumham Wilayah Sumut menyebutkan, Kapalas yang baru agar segera melakukan konsolidasi dengan penegak hukum baik itu dari kepolisian dan kejaksaan. Selain itu, perlu juga dilakukan komunikasi yang dengan Kalapas yang lama agar program yang sebelumnya belum berjalan dapat terlaksana dengan maksimal.

“Kita harapkan Kalapas yang baru agar dapat bekonsolidasi dengan penegak hukum dan juga dengan Kalapas yang lama agar terciptanya kerjasama yang baik dan program yang mungkin belum terlaksana bisa terlaksana dengan baik,” katanya.

Ditanya mengenai masih banyaknya peredaran narkoba, Aris menyebutkan bahwa sejauh ini pihaknya masih akan terus melakukan pengawasan secara ketat. “Kita perketat pengawasan di depan (pintu masuk, red), kita razia terus menerus barang-barang milik warga binaan agar tidak ada peredaran narkoba di dalam lapas karena sejauh ini, hampir 80 persen warga binaan kita adalah pelaku penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.

Pihaknya juga tidak menepis masih banyaknya peredaran narkoba di lapas atapun rutan. Hal ini dikarenakan berbagai upaya tetap dilakukan oleh warga binaan agar bisa memasukan narkoba ke dalam. “Semakin kita awasi, semakin pintar mereka memasukan narkoba ke lapas, ada juga yang dilempar ada juga menggunakan Drone (pesawat tanpa awak, red). Tetapi begitupun kita akan terus perketat penjagaan agar tidak ada lagi barang-barang yang dilarang masuk ke dalam lapas,” katanya mengakhiri. (Fal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.