Seteru PT. Varem Sawit Cemerlang, Rosita Mencari Suaka ke Masyarakat

0
317

SIMANTAB.COM, ASAHAN – Perseteruan sekelompok orang, yang mengatas namakan masyarakat Lingkungan VI dan VII, Kelurahan Aek Loba Pekan, Kecamatana Aek Kuasan, Kabupaten Asahan dengan PT. Varem Sawit Cemerlang (VSC) masih berlanjut.

puncaknya terjadi penghadangan oleh sekelompok masyarakat terhadap angkutan mobil tangki pengangkut CPO (Crude Palm Oil), milik PT. VSC  yang tidak di perkenankan melalui jalan Avdeling III, Kebun Pulu Raja milik PTPN IV yang juga persis di di depan perumahan warga Lingkungan VI dan VII Aek Loba Pekan.

Baca : Sekelompok Masyarakat Hadang Truck CPO

Sebelumnya telah diberitakan Simantab.com, PT. VSC melalui Manejer HRD ( Human Resouces Departemant ) nya Noy Lingga, mengatakan semua ini di picu masalah internal Humas Eksternal penghubung masyarakat Lingkungan VI dan VII dengan Perusahaan, yaitu Rosita. Noy mengatakan akibat rasa tersinggung Rosita, karena tenaga kerja yang direkrutnya tidak lolos masuk diterima di PT. Varem Sawit Cemerlang, hal ini disebabkan tidak memenuhi syarat. Dan Noy menduga Rosita telah meminta uang pelicin agar orang yang di rekomendasikannya diterima di Perusahaan tersebut.

Rositapun memprovokasi masyarakat untuk memblokade jalan keluar dari PT. VSC ujar Noy. Perjuangan Rosita dan sekelompok masyarakat yang diduga Noy adalah sekumpulan keluarga besarnya sendiri, mengatakan adalah untuk kepentingan masyarakat Lingkungan VI dan VII.

Dan untuk menunjukkan bahwa perjuangan ini, demi kebersamaan Lingkungan VI dan VII, Rosita mengundang masyarakat melalui Lurah Aek Loba Pekan Sarifuddin Siagian, SH untuk berkumpul pada Selasa 10 Juli 2018, Pukul 16.00 WIB di Ruangan Aula Kantor Camat Aek Kuasan.

Saat awak media ini meluncur ke lokasi pertemuan, rapat tersebut telah bubar dan hanya bertemu dengan Lurah Aek Loba Pekan Sarifuddin Siagian, SH dengan beberapa Kepala Lingkungannya, sehingga tidak berhasil mengkonfirmasi Rosita.

Sarifuddin Siagian, SH mengatakan pertemuan itu adalah rapat klarifikasi pihak Rosita dengan masyarakat. Agar masyarakat tidak merasa bahwa perjuangannya adalah kepentingannya pribadi, tapi kepentingan bersama.

Lurah tersebut mengatakan pihak kelurahan menyebar 100 undangan ke masyarakat Lingkungan VI dan VII, saat simantab.com menanyakan jumlah yang hadir, Sarifuddin mengatakan yang hadir hanya sekitar 50 (lima puluh) an masyarakat.

Amatan awak media ini, melalui visual (Video) dan Foto yang didapatkan. Terlihat yang hadir hanya beberapa masyarakat, tidak begitu banyak dan Noy Manejer HRD PT. VSC menduga, yang hadir itu hanya keluarga besarnya.

Tampak yang hadir dalam pertemuan tersebut yang mewakili Muspika, yang mewakili Danramil Kopral Satu Monang Sitorus, mewakili Kapolsek Bripka F.A. Lubis, mewakili Camat Staf Kecamatan Danil Siagian. Dan Rosita sendiri didampingi abangnya Letkol Julkifli.

Kuasa Hukum PT. Varem Sawit Cemerlang Mardi Sijabat, SH mengatakan si Rosita merasa diri benar dan sepertinya “kebakaran jenggot”, sehingga mencari suaka dari masyarakat.

Noy Lingga Manejer PT. VSC mengungkapkan bahwa masyarakat sekitar juga dipekerjakan menjadi karyawan di PT. VSC.

Dan Noy mengatakan ” kebenaran pasti akan terbukti dan terbongkar,  karena keberadaan PT. VSC memberikan nilai investasi bagi Pemkab Asahan khususnya di Kecamatan Aek Kuasan”. (bjs).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.