Siantar Kota Kedua Lounching Album Dua Warna Kent Sihombing

1
343

SIMANTAB.COM, Pematangsiantar – Kota Pematangsiantar menjadi kota kedua dalam lounching album Dua Warna Kent Sihombing.

Setelah Kota Medan, Pematangsiantar menjadi salah satu kota tujuan lounching perdana musik aliran Country Blues ini. Rencananya, tim manejemen akan melakukan tour di 7 kota. “Kita akan buat acara lounching di Medan, Siantar, Parapat, Balige, Tarutung, Tebing Tinggi dan Sidikalang,” kata Opet Tarihoran sebagai Exscutive Producer, Rabu (16/11/2016) malam.

Lounching akan dilaksanakan di Eldivo Resto and Bar Jalan Sudirman, yang akan dilaksanakan pada Kamis (17/11/2016) dan di Braga ‘A’ Cafe Jalan H Adam Malik Jumat (18/11/2016) mulai pukul 19.00 WIB. “Kita harapkan ini menjadi awal yang baik untuk album perdana yang mengangkat tentang sosial dan alam yang dikemas dalam bahasa Batak,” kata pria alumni USU ini.

Sementara itu, Kent Sihombing mengatakan, nantinya konser akan dibantu oleh Blunder Band. Mengenai lagu ciptaannya, Kent bercerita bahwa lagu tersebut terinspirasi dari kehidupan sosial yang banyaknya masyarakat yang berhasil diluar sana tapi kurang peduli terhadap lingkungan sekitar,” kata pria yang kerap bermain teater ini.

Mengenai lagu andalannya, ia mengaku seluruh lagunya menjadi lagu unggulannya. Tetapi, lagu Horsik adalah lagu yang menurutnya memiliki kesan mendalam. Judul lagu “Horsik” menceritakan tentang sebuah desa tertinggal di daerah Toba Samosir (Tobasa) dimana ia melihat di Desa Horsik itu siswa sekolah hanya 30 siswa dengan tenaga pengajar hanya tiga orang.

“Di desa itu, jumlah kepala keluarga hanya 74 KK, kondisi pertanian yang memprihatinkan, air Danau Toba hanya bisa digunakan untuk menyuci. Saya melihat, kondisi ini tidak sesuai dengan keadaan Kabupaten Tobasa saat ini,” jelas pemenang ke-3 lomba cipta karya OI Festival 16 Agustus 2016 di Jakarta lalu.

Ia berharap, dengan keluarnya Album Dua Warna ini, ia mengajak seluruh generasi muda agar tidak terbawa dengan keseragaman industri musik saat ini. “Banyak bakat di Sumatera Utara ini, janganlah terbawa dengan tren aliran musik yang ada. Tetapi kreatifitas lebih diutamanakan. Untuk ispirasi, kita memiliki begitu banyak hal yang bisa kita jadikan ispirasi,” kata pria berambut panjang ini. (Lud)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.