Siapa Oknum Aparat Pembekap CPO di Labuhanbatu.? Hampir Setahun Tak Tersentuh Hukum, SBMI Ancam Akan Demo Mapolres

0
282

SIMANTAB. COM, Labuhanbatu-Ketua Serikat Buruh Indonesia (SBMI) Kabupaten Labuhanbatu Raya mempertanyakan siapa oknum aparat pembekap CPO di Labuhanbatu jika ada? Karena hampir mencapai setahun lebih bisnis CPO yang berada di Bulu Cina, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu hingga kini tetap beroprasi.

“Hampir setahun lebih bisnis haram itu beroprasi, siapa pembekapnya?  Siapa dalangnya? kok sampai terang-terangan mereka bermain itu,” kata Ishak, Ketua SBMI pada Simantab. Com, Senin (14/5/2018).

Katanya, meski jarak Mako Polres Labuhanbatu tidak jauh dari lokasi bisnis mafia itu, tapi bisnis tersebut masih tetap beroprasi hingga mencapai tahunan. Untuk itu diharapkan orang nomor satu di Mapolres dapat menindak tegas atas bisnis mafia tersebut yang telah berlangsung lama itu.

“Kita berharap ada tindakan dari aparat atas adanya mafia tersebut. Jangan sampai masyarakat Labuhanbatu mempunyai pikiran jelek terhadap aparat, sebab hingga sampai saat ini mafia itu belum juga tersentuh hukum,” bilang Ishak.

Baca:http://simantab.com/blog/2018/05/14/hampir-setahun-cpo-marak-di-labuhanbatu-polisi-diminta-bertindak-big-bos-cpo-biar-tahu-kalian-oknum-wartawan-pernah-kutampari-disini/

Katanya lagi, jika hal ini tidak diindahkan oleh aparat atas maraknya CPO di Labuhanbatu, kita melalui buruh akan melakukan aksi unjuk rasa ke Mapolres Labuhanbatu atas CPO yang di Bulu Cina itu.

“Saya pastikan jika tidak ditindak lanjuti maraknya CPO itu melalui buruh kita akan demo ke Mapolres Labuhanbatu. Yang pasti dalam waktu dekat jika tidak ditindak lanjuti kita akan demo,” ungkap Ishak.

Ditambahkannya, atas maraknya CPO tersebut kwalitas CPO di Sumatera Utara menjadi rendah (Rendemen) sehingga berdampak harga penjualan sawit masyarakat menjadi rendah bahkan merugikan negara dan petani sawit.

“Kalau tidak ada mafia ini maka kwalitas minyak sawit di Sumatera Utara diperkirakan menjadi 24 persen tentunya penjualan sawit masyarakat menjadi tinggi seperti harga penjualan sawit dipropinsi Riau,” tambah Ishak.

Tempat terpisah ketua LSM Baris Ramses Marulitua SH juga mengesalkan atas maraknya CPO di Labuhanbatu. Ia juga berharap adanya tindakan dari aparat.

“Kita harap ada tindakan dari aparat kepolisian, jika tidak mampu kita berharap sebaiknya persoalan ini ditagani pihak TNI,” pungkas Ramses. (Abi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.