Simalungun Belum Miliki Pencanangan Desa Wisata

0
268

SIMANTAB.COM, Simalungun – Sampai saat ini Kabupaten Simalungun belum memiliki nagori untuk pencanangan desa wisata, ini disebabkan belum adanya satu Nagori (desa) pun yang mengusulkan untuk pembentukan desa wisata tersebut.  Hal ini diungkapkan oleh Lurinim Purba,  Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Nagori (BPMN)  melalui kepala Bidang Usaha Menengah,  Robert Keneddy Silalahi,  Kamis (13/04/2017) sekira pukul 10. 00 WIB, diruang kerjanya.

Dikatakan oleh dirinya juga, bukan hanya pengembangan desa wisata yang tidak dimiliki oleh kabupaten Simalungun, tetapi sampai saat ini juga di kabupaten tersebut seluruh nagori yang ada juga belum memiliki Badan Usaha Milik Desa/ nagori (BUMD).

Disinggung mengenai dukungan terhadap program nasional untuk kawasan destinasi wisata Danau Toba,  hal yang sama juga diungkap olehnya.  Bahwa Nagori di sekitaran juga belum mengusulkan terkait potensi wilayahnya untuk dapat dikembangkan.

” Yang ada potensi silahkan sampaikan,  kita bantu untuk fasilitasi. Belum ada dukungan untuk aktiv wisata desa sesuai dengan untuk mendukung destinasi wisata nasional.  Khususnya untuk wilayah Danau Toba. Kalau untuk pencanangan hanya di Nagori Bah Biak,  kecamatan Sidamanik.  Itu Potensi Air Terjun, ” ucap dirinya.

Ditambahkan oleh dirinya juga,  sampai saat ini tidak ada dukungan kreatifitas dari berbagai kalangan untuk mau mengurusi hal itu. karena kegiatan dapat dikatakan merintis.

” Pada prinsipnya memang dana desa dapat dimamfaatkan untuk pengembangan dana desa. Banyak daerah yang belum digali dan untuk lintas teknis juga belum ada melakukan pemberitahuan untuk kerja sama membentuk pengembangan potensi tersebut. Kalau ada dari desa mau mengusulkan aktivitas yang dapat mengembangkan daerahnya kami siap membantu untuk melakukan penyusunan kebutuhan agar dapat berjalan potensi potensi itu, ” ungkap dirinya kembali.

Mengenai pengembangan potensi adat,  seni dan budaya yang dapat dikembangkan menjadi menjadi potensi desa juga belum ada sama sekali terdata.  Begitu juga untuk pengelolahan limbah Danau Toba seperti tanaman enceng gondong, atau bahan lain untuk dijadikan sofenir berbentuk maupun ukiran.

” Belum ada yang melakukan inovasi untuk pengembangan. Membutuhkan pencanangan kreatif dari desa, ” pungkasnya seraya mengatakan untuk program bantuan dana desa dari pemerintah pusat saat ini tengah mengalami penundaan dan pihak aparatur desa tengah menyusun RKP.

Kembali ditambahkan olehnya,  untuk anggaran dana desa yang diperoleh oleh kabupaten Simalungun mencapai sekitar Rp 294 M lebih,  ditambah melalui APBD sekitar Rp 135 M. (Die)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.