Siswa SMA Tewas Tabrakan, Rasi : Dek, Bangun Kau Dek, Jangan Tinggalkan Kakak

0
11588

SIMANTAB.COM, Simalungun – Kecelakaan kembali terjadi di Jalan Lintas Siantar Medan, kali ini tepat di Kilometer 15-16, Nagori Batu Silangit, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Selasa (14/11/2017) sekira pukul 19.30 WIB, akibat kejadian itu, pengemudi sepedamotor tewas di lokasi kejadian.

Dari informasi yang dihimpun Simantab.com, kejadian itu berawal saat sepedamotor Honda Beat BK 3516 TAZ yang dikendarai Dimas Dauna (17) warga Nagori Bahung Kahean, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, melaju dari arah Pematangsiantar menuju arah Serbelawan dengan kecepatan tinggi.

Setibanya di lokasi kejadian, dari arah berlawanan juga melaju mobil pick up Suzuki Carry BK 8386 DY yang dikemudikan Tri Susanto (25) warga Pasar 4, Paya Lobang, Kota Tebing Tinggi. Menurut keterangan Tri, kecelakaan itu terjadi saat ia berusaha mendahului mobil yang ada di depannya. Namun, di saat bersamaan dari arah berlawanan sepedamotor yang dikendarai Dimas juga hendak mendahului kendaraan yang ada di depannya sehingga kecelakaan antara kedua kendaraan itu tidak terhindar.

Warga yang mengetahui kejadian itu, langsung melaporkan ke Unit Laka Polres Simalungun. Petugas yang mendapatkan informasi langsung menuju lokasi kejadian dan melakukan evakuasi kedua kendaraan dan korban.

Dimas meninggal dunia di lokasi kejadian dan dibawa ke Ruang Instalasi Jenazah RSUD Djasamen Saragih, sementara pengemudi Suzuki Carry harus mendapatkan perawatan medis dan masih dirawat di RS Vita Insani.

Amatan Simantab.com di Ruang Instalasi Jenazah RSUD Djasamen Saragih, terlihat kakak kandung Dimas yang diketahui bernama Rasi (26) terlihat histeris ketika melihat jenazah adiknya terbujur kaku di ruang instalasi jenazah. Terlihat kesedihan mendalam dari raut wajah kakaknya karena ditinggal adik semata wayangnya. “Dek, bangun kau dek, jangan tinggalkan kakak, bangun kau dek. Kasihan mamak dek,” ungkap Rasi dengan air mata yang membasahi kedua pipinya.

Tak sanggup melihat kondisi adiknya yang sudah tak bernyawa, akhirnya teman-teman Dimas membawa Rasi ke tempat duduk. Di tempat duduk besi, Rasi terus saja menangis, suara isak tangis memenuhi isi ruangan yang bercat warna putih itu. “Adikku sudah enggak ada, cemana lah ini, Dek bangun kau ya dek,” ucap Rasi dengan kesedihan yang begitu dalam.

Menurut sejumlah teman Dimas yang juga berada di ruang jenazah, Dimas adalah anak laki-laki satu-satunya di keluarga itu, begitu juga dengan Rasi. “Orang ini cuma 2 bersaudara bang, ini lah adiknya sudah enggak ada, makanya kakaknya sedih kali,. Dimas ini kelas 3 SMA di Serbelawan bang,” ungkap pria yang berusia belasan.

Disinggung mengenai keseharian orang tua Dimas, pria kurus ini mengatakan bahwa ayah Dimas merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun. “Orang tuanya kerjanya di kantor camat, ini katanya bapaknya sudah jalan mau ke sini (Ruang Isntalasi Jenazah, red),” ungkapnya lagi.

Sekira pukul 22.00 WIB, jenazah Dimas dibawa dengan menggunakan ambulans milik rumah sakit ke rumah duka untuk di semayamkan.

Kanit Laka Polres Simalungun, Ipda J Silalahi membenarkan kejadian itu dan pihaknya sudah mengamankan kedua kendaraan dan sedang melakukan pemeriksaan saksi serta melakukan olah kejadian perkara. (Lud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.