Terancam Ditutup TPL Bantah Pernyataan Luhut

1
321

SIMANTAB.COM, Simalungun – Pernyataan Menko Kemaritimaan Luhut Binsar Pandjaitan untuk menertibkaan perusahaan raksasa yang berada di kawasan Danau Toba mendapat respon dari PT. Toba Pulp Lestari (TPL). Perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan kayu ini ngotot tidak akan pernah ditutup, karena merasa tidak terlibat dari perusahaan-perusahaan penyumbang kerusakan keindahan Danau Toba.

Humas PT. TPL J. Hutabarat ketika dihubungi melalui seluler, Kamis (28/7) menyatakan, limbah TPL tidak ada pernah dibuang ke Danau.
“Tidak ada limbah TPL ke Danau Toba,” ujarnya.

Disinggung mengenai rusaknya kawasan hutan di sekitar danau toba, J. Hutabarat justru menceritakan pertemuanya dengan Luhut.
“Yang saya tangkap dari pembicaraan. Ada pernah pertemuan. Ada pernah Luhut Pandjaitan suatu di Del (Sekolah milik Luhut) mengatakan seperti ini. TPL, Tolong tingkatkan teknologi pabrik. Karena ada tingkatan teknologi pabrik, maka ada tingkatan teknologi limbah,” ujarnya, meniru ucapan Luhut.

J. Hutabarat juga menyatakan, TPL sudah beroperasi sesuai aturan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Sebelumnya, dalam kunjungan kerjanya beberapa hari lalu saat masih menjabat sebagai Menkopolhukam, di forum yang dihadiri ratusan orang, Luhut Pandjaitan menyatakan bahwa selama beroperasi, TPL sudah membuat kerusakan yang sangat besar di kawasan sekitar Danau Toba. Dalam hasil pantauannya melalui helikopter, Luhut juga menceritakan bahwa TPL sudah sangat keterlaluan, dan memastikan pemerintah akan beri tindakan tegas.

Selain itu, Luhut juga memberikan salah satu contoh daerah yang terkena dampak dari perusahaan milik Jepang itu, yakni Kabupaten Humbang Hasundutan
“Saya sudah berkeliling dengan Helikopter. Saya sudah melihaat langsung Humbas itu sudah gersang akibat Hutan Tanaman Industri (HTI) TPL,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Dalam wawancara yang berlangsung di Universitas Nomensen Pematangsiantar, Luhut menyatakan akan ‘sikat’ tiga perusahaan asing yang ada I kawasan Danau Toba, yaitu PT. TPL, PT. Japfa dan PT. Aquafarm, karena dinilai sebagai perusak kawasan Danau Toba.

Selain Luhut, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sumut Hidayati menyatakan, TPL merupakan salah satu penyumbang terbesar kerusakan kawasan Danau Toba.(Wan)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.