Terkait Aroma Suap di Dinas BP2KP Labuhanbatu, Sumber Bakal Beberkan ke Polisi

0
755

Labuhanbatu – Terkait aroma suap yang menerpa Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (BP2KB), Labuhanbatu yang dipimpin Lidia Wati Harahap, dengan memasukkan tenaga kontrak sebanyak 16 orang, namun harus diminta segepok uang, sumber Wartawan bakal membeberkan dugaan suap itu pada kepolisian.

“Ia bang sesuai info yang kita terima,kita akan laporkan sesuai bukti yang kita terima baik lisan maupun tulisan bakal kita laporkan ke pihak berwajib (Polres Labuhanbatu),” kata Sumber Simantab.Com,Sabtu (25/11/2017).

Katanya, dalam aroma tak sedap itu, tampaknya orang nomor satu di Kabupaten ini hendaknya menegur atau membuat sanksi terhadap Kadis tersebut. Karena, selain dianggap jawaban terkesan mencla-mencle Kadisnya pun seakan tak terbuka untuk kepentingan Publik.

” Selain kita laporkan, kita harap Bupati Labuhanbatu dapat memberikan arahan kepada satu marganya itu,karena jawabannya terlihat membingungkan fublik.Dalam waktu dekat ini akan kita laporkan bang,” sebut sumber.

Sebelumnya,sebanyak 16 orang tenaga kontrak didinas yang dipimpin Lidia Harahap membayar 45 juta perorang untuk bekerja sebagai tenaga kontrak.

Dari 16 orang tersebut konon kabarnya ditampung P-APBD Labuhanbatu tahun ini.Padahal diterimanya tenaga kontrak itu pada bulan 10 /2017.

Lidia Harahap dikonfirmasi atas masuknya tenaga kontrak itu beraroma suap malah mengatakan, sesuai kebutuhan kita sbg tenaga lapangan KB. Peruntukannya di daerah pantai krn PNS sangat minim disana. Maaf sy lg di jln mnuju mdn. (Abi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.