Terkait Mafia CPO di Labusel, Ini Kata Kasat Reskrim

0
915

Labuhanbatu – Terkait maraknya penampungan truk tangki muatan CPO diduga secara rutin ‘kencing’ atau mengurangi muatan di gudang penampung CPO ilegal di Jalinsum Cikampak, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumut.

Polres Labuhanbatu akan menindak tegas atas usaha ilegal tersebut. Melalui pesan Whatsapp yang yang dilayangkan Simantab.Com ke Kasat Reskrim, Kasat berjanji akan menindak tegas atas hal itu.

“Tks infonya. Kami tindak, ” tulis Tengku Fathir melalui pesan Watsppnya, Minggu (3/12/2017), sekira pukul 20.14 Wib.

Sebelumnya, Pantauan wartawan Minggu (03/12/2017), aktivitas ilegal tersebut mulai dilakukan sore hari, antara pukul 15.00 -16.00 WIB.

Dimana pada jam-jam tersebut, puluhan truk tangki muatan CPO tampak secara bergantian masuk ke dalam gudang berdinding tepas yang berada persis dipinggir Jalinsum Cikampak itu.

Salah seorang sumber wartawan menyebutkan, dari puluhan truk tangki tersebut, beberapa diantaranya diduga truk tangki dari perusahaan pengangkutan berinisial PT S dan PT AP, yang memuat CPO dari salahsatu Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Perlabian Kecamatan Kampung Rakyat.Ada juga yang diduga berasal dari PKS PT DLI di Kecamatan Bilah Hilir.

Seyogianya, truk tangki tersebut ditugaskan untuk mengantar CPO ke PT Wilmar Grup Dumai-Pelintung.

Namun ditengah perjalanan, para supir berbuat curang dengan mengurangi muatan di gudang penampungan CPO ilegal tersebut.

“Ada sebahagian supir sengaja singgah untuk mencari keuntungan.Ada juga supir yang terpaksa singgah karena diancam mafia gudang CPO ilegal itu.

“Tapi biasa nya sih, para supir juga sudah kerjasama atau kongkalikong dengan perusahaan angkutan,” jelas sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menurut sumber, aktivitas gudang CPO ilegal di Cikampak itu merupakan tindakan kriminal yang harus ditindak, meskipun pihak kepolisian belum mendapatkan laporan resmi dari para korban yang merasa dirugikan.

“Dan pihak PKS seharusnya juga melakukan tindakan kepada para supir agar tidak lagi kencing di gudang CPO ilegal di Cikampak itu,” ungkap sumber. (Abi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.