Terkait Proyek Yang Dikerjakan PT Ayu Septa Diduga Kupak-Kapik,  Kementerian PUPR Diminta Blacklist PT Tersebut

0
283

Labuhanbatu-Seputar pengerjaan Proyek yang dilaksanakan PT Ayu Septa Sepanjang Jalan Adam Malik,Rantauprapat,Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut) yang dananya bersumber dari APBN TA 2017 dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berkisar Rp.16 Milyar yang telah jalan tersebut terlihat diduga kupak -Kapik.Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gari Labuhanbatu meminta kepada pihak terkait agar membuat daptar hitam atau membekclist PT yang diduga tak bertanggug Jawab tersebut.

Karena, hingga saat ini pihak Rekanan itu belum juga memperbaiki jalan tersebut meski dana tersebut telah diambil 100 persen oleh pihak Rekanan.

“Sudah diambil pula dananya hingga 100 persen,  bagaimana lagi mereka ingin bertangung jawab jika seperti itu, setelah gencarnya diberitakan terkait jalan tersebut. Namun tidak terlihat juga perbaikan yang dilakukan pihak Rekanan,”Kata Sektaris Jenderal LSM Gari Labuhanbatu Julip Ependi Saat diminta Tanggapannya,Jum’at (8/3/2018) Sepeutar proyek teraebut.

Katanya, jika tidak ada tanggung jawab pihak rekanan itu kiranya orang berwenang melakukan pembeklisan atas PT tersebut, Sebab jika tidak dilakukannya hal itu, dihawatirkan dapat menggulangi perbuatannya jika mendapat proyek dari pusat kembali.

“Itu uang Rakyat seharusnya mereka perbaiki atas kerusakan tersebut, jagan hanya mengambil keuntugan saja tanpa melihat proyek tersebut bagus atau tidak harus tanggung jawab mereka, “Kesal Julip.”Bagi perusahaan yang tidak dapat mengerjakan pekerjaan sesuai dengan perjanjian kontrak dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dapat dikenakan sanksi blacklist yang diatur di Peraturan Kepala (Perka) LKPP Nomor 7 tahun 2011 tentang Petunjuk Operasional Daftar Hitam.Diyakini, masih banyak lagi perusahaan dan kontraktor yang lebih fropesional dan bertangung jawab dalam melaksanakan pekerjaan yang diembannya dari pada PT Ayu Septa itu,”Tambah Julip.

Sebelumnya, Amzar, humas PT Ayu Septa yang mengerjakan peningkatan jalan tersebut, melalui telepon selulernya kepada wartawan menerangkan, Selasa (6/2/2018) “Proyek pengerjaan peningkatan jalinsum itu masih dalam proses perawatan” ucapnya.

Diterangkannya, masa perawatan pengerjaan itu, masa waktunya satu tahun. Walau diakuinya, uang proyek sudah ditarik perusahaan 100%.(Abi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.