Tersangkut Dugaan Kasus Korupsi,  Resman Belum Pantas Jadi Wakil Walikota Siantar

0
1270

SIMANTAB.COM, Siantar – Tersiarnya desas – desus tentang masuknya nama Resman Panjaitan digadang menjadi wakil walikota Pematangsiantar  mendapat respon dari berbagai kalangan.  Ada yang mendukung dan ada pula yang menolak kehadiran Resman Panjaitan untuk kursi tersebut.

Enrico Girsang,  salah satu unsur ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI)  Sumatera Utara, Rabu (15/02/2017), mengungkap bahwa kehadiran Resman Panjaitan belum dikatakan layak untuk masuk kedalam bursa wakil walikota Siantar.  Hal ini disebabkan,  Resman Panjaitan saat ini tengah tersandung kasus dugaan korupsi yang telah dilaporkan ke Polresta Pematangsiantar, Mapolda Sumut dan Mabes Polri Oleh LSM Bidasesi.
” Nama Resman Panjaitan masuk kedalam bursa wakil Walikota hanya demi kepentingan segelintir orang saja.  Kalau ingin Siantar maju dan berkembang,  pilihlah yang benar benar memiliki kridibilitas dan benar – benar layak.  Jangan biarkan ke fakuman kota akan terulang lagi,  akibat itu – itu saja, ” sebut Enrico.

Diungkap oleh Enrico,  laporan yang telah masuk ke Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara dan Mabes Polri,  terkait dugaan kegiatan yang telah dikorupsi  adalah Belanja Anggaran untuk Pengadaan Alat Tulis Kantor dan atau Belanja Bahan Habis Pakai dengan jumlah anggaran sebesar Rp. 1.924.016.000.

Bahwa sesuai dengan dokumen yang telah terlapor, anggaran ini dibelanjakan untuk belanja barang dan jasa atau untuk belanja alat tulis kantor sebesar Rp. 1.924.016.000, yang terdiri dari: Untuk belanja alat tulis Dinas Pendidikan, TK, SKB dan UPTD sebesar Rp. 465.000.000.000, yang terdiri dari:

– ATK Dinas Pendidikan sebesar Rp. 150.000.000,

– TK Negeri Pembina 1 sebesar Rp. 15.000.000.,

– TK Negeri Pembina 2 sebesar Rp. 15.000.000.,

– TK Negeri Pembina 3 sebesar Rp. 15.000.000.,

– SKB sebesar Rp. 30.000.000.,

– 8 UPTD @Rp. 30.000.000. = Rp. 240.000.000.

Berdasarkan dokumen, data dan informasi yang ada kami duga dari anggaran sebesar Rp. 1.924.016.000. tidak benar seluruhnya dibelanjakan untuk ATK baik untuk Dinas Pendidikan, TK, SD, SMA, dan SMK.

Dalam pelaksanaan anggaran di duga Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar itu telah melakukan Dugaan Tindak Pidana Korupsi sebesar Rp. 1.678.150.000. (Satu miliar enam ratus tujuh puluh delapan juta seratus lima puluh ribu rupiah). (Die)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.