Tidak Tahan Ditinggalkan Suami Dipenjara Artika dan Yuni Nekat Jual Sabu Menemani Sang Suami

0
844

Labuhanbatu Selatan – Ada-ada saja kelakuan dua orang wanita ini ya !!! Tidak tahan ditinggalkan suami dipenjara, Artika dan Yuni nekat jual sabu-sabu. Apa yang didapat?  Akhirnya perbuatan mereka diketahui polisi, tercapai deh cita-cita mereka yang ingin selalu bersama suami di dalam penjara.

Tidak hanya Artika Sari (19) dan Yuni arti dewi Pratiwi (29) yang berhasil diamankan petugas, Misriah alias Mis (42) orang tua Artika juga ikut diamankan, mereka adalah warga desa air merah, kecamatan kampung rakyat, Labusel. Bagaimana ceritanya si ibu kok bisa ikut-ikutan, baca berita selengkapnya?

Berawal dari informasi masyarakat yang diterima oleh Polsek kampung rakyat, Labuhanbatu Selatan (Labusel) Sumut. yang dapat di percayai keabsahannya pada Jum’at (19/1/2018). Bahwasanya di sebuah Rumah tepatnya di dusun suka maju andilo, desa Air Merah kerap terjadi transaksi narkoba.

Mendapat informasi tersebut, Polsek kampung rakyat melalui unit Reskrim yang dipimpin langsung oleh IPTU E Ginting menuju TKP dan langsung kekediaman yang di infokan masyarakat.

Setibanya petugas di kediaman yang dituju, tiba-tiba sang ibu Misriah Gugup dengan kedatangan petugas dan langsung masuk kedalm rumahnya lalu membuang sebuah dompet di halaman belakang rumah.

Petugas yang melihat dompet yang dibuang oleh Misriah tersebut langsung memeriksanya dan terbukti ada beberapa paketan sabu-sabu siap edar. Ketika ditanya barang haram tersebut milik siapa sang ibu menyebut anaknya Artika, langsung saja petugas mengamankannya bersama ibu.

Lalu petugas menanyakan darimana didapat barang haram tersebut kepada Artika, Artika menceritakan dari Yuni partner kerjanya. petugas langsung menuju rumah Yuni dan melakukan penangkapan serta penggeledahan Dan diketemukan beberapa barang bukti.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan petugas dari ketiga wanita tersebut masing-masing sebagai berikut, 11 (sebelas) paket Narkotika jenis sabu yg dibungkus dalam plastik klip kecil transparan, 1 (satu) lembar kertas putih, 2 (dua) buah pipet, 1 (satu) buah pisau silet. 1 (satu) lembar uang kertas pecahan Rp 100 ribu, 1(satu) dompet kecil yang di coba di buang oleh Misriah, 1 (satu) unit Handphon merk Samsung warna hitam, didapat dari Artika sedangkan dari Yuni uang sebesar Rp 1 juta hasil penjualan sabu.

Kapolsek kampung rakyat AKP Hery Sugiarto membenarkan peristiwa penangkapan 3 (tiga) wanita pengedar narkoba yang ingin selalu bersama suaminya itu, kepada Simantab.com (20/1/2018).

“Iya benar, personil Polsek kampung rakyat melalui unit Reskrim, mengamankan tiga wanita sebagai pengedar sabu, kita mendapat informasi dari masyarakat bahwasanya didesa Air merah tepatnya di kediaman tersangka kerap melakukan transaksi narkoba” sebutnya.

Lanjut Hery ” Mungkin mereka rindu dengan Suaminya di penjara, maka dari itu mereka menjadi pengedar sabu agar bisa terus bersama-sama dipenjara dengan suami” tandasnya.

Kini para tersangka diamankan di Mapolsek kampung rakyat guna penyelidikan lebih lanjut dan secepatnya akan dilimpahkan ke satnarkoba polres Labuhanbatu. (Dedi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.